Home / Indramayu / Kesehatan

Rabu, 9 November 2022 - 17:28 WIB

Cerita Lissa, Remaja Penderita Gizi Buruk di Indramayu, Kini Peroleh Penanganan Medis dari Pemerintah

Tim medis Puskesmas Patrol mengecek kondisi Lissa Ameliya Safitri (15) penderita gizi buruk.

Tim medis Puskesmas Patrol mengecek kondisi Lissa Ameliya Safitri (15) penderita gizi buruk.

Suaradermayu.com – Usianya 15 tahun, namun berat badannya hanya 10 kilogram. Badannya pun tampak sangat kurus.

Saking kurusnya, pada kedua kaki dan tangannya hanya nampak kulit yang menempel ke tulang.

Begitulah kondisi Lissa Ameliyah Safitri, remaja asal Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Sejak Selasa (8/11/2022), remaja putri Nurakhmat (53) dan Turinih (43) itu menjadi perbincangan banyak kalangan karena kondisinya memprihatinkan.

Baca juga  Indramayu Raih Penghargaan Penurunan Stunting, Kategori Paling Inovatif

Dalam usianya yang memasuki usia 15 tahun, anak kelima itu tinggal bersama kedua orang tuanya, berat badannya jauh dibawah kategori normal.

Untuk menangani Lissa, pihak Pemkab Indramayu mengirim tim medis Puskesmas Patrol Indramayu untuk mengecek kondisi di rumahnya.

” Pasien sejak usia 1,5 tahun menderita carebral palsy. Kurang lebih sepekan pasien mengeluhkan agak demam dan lemah. Kondisi badan semakin kurus, masih mau makan namun dengan porsi sedikit, ” kata Kepala Puskesmas Patrol Indramayu, dr Siti Rokayah melalui keterangan tertulis yang diterima suaradermayu.com, Rabu (9/11/2022).

Baca juga  Dinkes Indramayu : Lissa Mengalami Lumpuh Otak

Lissa Ameliya Safitri (15) penderita gizi buruk asal Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Rokaya menjelaskan, Lissa pada 2018 mengalami demam disertai kejang. Lissa pun sempat dilarikan dan di rawat ke ICU RS Mitra Keluarga di Jakarta selama dua pekan. Setelah keluar dari rumah sakit pasien tidak pernah mengontrol kondisi tubuhnya hingga sekarang. Hanya mendapat kunjungan petugas gizi dari Puskesmas Patrol.

Baca juga  Bupati Indramayu Bag-bagi Makanan Bergizi Kepada Balita, Pencegahan Stunting

” Kami sekarang merujuk ananda Lissa ke dokter spesialis syaraf agar mendapatkan perawatan intensif. Kami juga memberikan edukasi terkait nutrisi kepada keluarga, ” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Satpol PP Tak Mampu Kosongkan Graha Pers Indramayu, Wartawan Usir Petugas!

Kriminalitas

LBH Ghazanfar: Taktik Licik! Jaksa Pakai INAFIS Jelaskan CCTV Paoman, Sengaja Menyesatkan Proses Hukum

Indramayu

Pendaftaran Calon Kuwu Dimulai 1 Oktober 2025, Pilwu Serentak Indramayu Segera Digelar

Terpopuler

Jaksa Tuntut Eks Polisi Alvian, Pembunuh dan Pembakar Pacar di Indramayu Seumur Hidup

Terpopuler

Pengacara Toni RM Tegaskan Surat Pernyataan (Supriyanto) Warga Karangampel Tak Berkekuatan Hukum

Indramayu

Mayat Pria Ditemukan di Pos Ronda Indramayu, Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan

Indramayu

Resmi Dilantik, Alumni Jogja Kembali Solid Siap Bergerak untuk Indramayu

Indramayu

Diminta Kembalikan Uang Rp 53 Miliar, Mantan Dirut PDAM Ngadu ke DPRD Indramayu