Home / Kesehatan

Senin, 22 Juli 2024 - 00:26 WIB

Demam Berdarah Mulai Merebak, Pemda Indramayu Ingatkan Warga

Suaradermayu.com – Bupati Indramayu Nina Agustina melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu, dr. Wawan Ridwan, mengingatkan warga agar hati-hati dengan penyakit Demam Berdarah (DBD), terutama kepada anak-anak usia sekolah.

“Dalam rangka menekan angka kejadian DBD pada anak sekolah, Dinkes akan melaksanakan edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging di sekolah-sekolah terutama SD dan SMP. Pelaksanaannya akan kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Dr. Wawan juga menjelaskan bahwa tahun ini, akibat pengaruh iklim El Nino, kasus DBD meningkat sejak Januari dan diperkirakan bisa terjadi sepanjang tahun.

Baca juga  Lucky Hakim Sebut Ada Skenario Sengaja Dibenturkan dengan Kuwu

“Penyakit DBD adalah penyakit tahunan yang biasanya dipicu pergantian musim dari kemarau ke hujan. Namun, untuk tahun 2024, karena pengaruh El Nino, DBD terjadi sejak awal tahun dan diperkirakan bisa terjadi sepanjang tahun,” tambahnya.

Untuk mencegah meluasnya wabah DBD, dr. Wawan menghimbau masyarakat untuk melaksanakan PSN dengan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang plus menghindari gigitan nyamuk).

“Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi tentang bahaya DBD dan upaya pencegahannya serta melakukan penyemprotan insektisida pembunuh nyamuk atau fogging,” tuturnya.

Baca juga  Pengosongan Kantor PDIP Indramayu Tuai Perlawanan, Ono Surono: Ini Kebijakan Diskriminatif

Meskipun demikian, dr. Wawan mengingatkan bahwa fogging adalah pilihan terakhir karena dampak lingkungannya dan efektivitasnya yang hanya bertahan selama dua minggu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN dan menerapkan program Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik), yaitu setiap rumah memiliki satu orang pemantau jentik di rumahnya masing-masing,” tutupnya.

Masyarakat Indramayu berharap dengan respon cepat pemerintah bisa mengatasi wabah ini sebelum lebih banyak anak menjadi korban.

Baca juga  Video Viral Cabup Nina Agustina Diduga Kumpulkan dan Ancam Para Kuwu

Kali ini, seorang anak SD dari Desa Arahan, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, dari Ali, menjadi korban terbaru penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini.

Anaknya Ali kini dirawat intensif di RS Mitra Plumbon Widasari, Indramayu.

Ali ayah dari korban, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus DBD di wilayahnya.

“Anak saya yang masih duduk di bangku SD terjangkit DBD. Kami meminta kepada pihak terkait untuk segera mengambil langkah kongkret dengan melakukan pencegahan, termasuk fogging, terutama di sekolah-sekolah dasar,” ujarnya dengan nada penuh harap, Minggu (21/07/2024).

Share :

Baca Juga

Indramayu

180 Warga Indramayu Jalani Operasi Katarak Gratis, Bupati Lucky Hakim Hadir Langsung

Indramayu

Cerita Lissa, Remaja Penderita Gizi Buruk di Indramayu, Kini Peroleh Penanganan Medis dari Pemerintah

Indramayu

5.000 Warga Indramayu Dapat Jaminan Kesehatan Gratis dari RS Mitra Plumbon, Ini Kata Bupati Lucky Hakim

Terpopuler

Harus Sekarat Baru Dilayani? Pasien BPJS PBI Kesakitan Hebat Dipulangkan dari UGD RSUD Indramayu Tanpa Obat

Indramayu

Bocah Alami Gizi Buruk di Indramayu Akhirnya Dibawa ke RSUD Sentot Patrol

Kesehatan

12 Tahun Dikurung, Safitri asal Desa Singaraja Akhirnya Dibawa ke RSUD Indramayu
Ilustrasi p

Kesehatan

Penyebab Gagal Napas dan Penanganannya

Daerah

RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura