Suaradermayu.com – Selama tiga hari berturut-turut, Perumahan Margadadi 1, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, terkubur banjir setinggi 70 sentimeter, menggenangi ratusan rumah dan memaksa warga mengungsi.
Ironisnya, Pemkab Indramayu tampak diam seribu bahasa, sementara seorang anggota polisi, Bripka Rusmanto, terpaksa mengeluarkan dana pribadinya untuk menyewa excavator agar air bisa surut dan warga selamat dari lumpur dan genangan.
Banjir yang terjadi sejak Minggu lalu membuat warga panik. Penyebab utama menurut warga adalah pendangkalan saluran drainase dan sumbatan eceng gondok, yang membuat air meluap hingga ke dalam rumah.
Sejak Selasa (27/1/2026) malam, alat berat mulai bekerja membersihkan saluran dari Kelurahan Lemahmekar hingga Desa Tambak. Lumpur dan eceng gondok yang menyumbat aliran air diangkat, sehingga genangan perlahan surut dan aktivitas warga kembali normal.
Jamhari, salah seorang warga, mengaku lega dan bersyukur atas aksi Rusmanto.
“Alhamdulillah, air mulai surut. Kalau bukan karena Pak Rusmanto turun langsung, rumah kami mungkin masih terendam sampai sekarang,” kata Jamhari, Rabu (28/1/2026).
Bripka Rusmanto menegaskan, bantuan ini dilakukan sepenuhnya dari dana pribadinya, setelah memantau kondisi saluran drainase yang tersumbat.
“Melihat warga kesulitan, saya tidak bisa hanya menunggu. Kita harus bergerak cepat agar mereka bisa kembali beraktivitas,” jelas Rusmanto.
Ekskavator yang diterjunkan membersihkan lumpur dan eceng gondok diharapkan memberi efek domino bagi wilayah lain yang terdampak banjir. Rusmanto berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar masalah drainase tidak berulang dan warga tak lagi menderita. (Abdul Goni)


























