Suaradermayu.com – Toni RM, kuasa hukum keluarga korban Putri Apriyani, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang atas keterbukaan informasi perkembangan penanganan kasus kematian Putri yang meninggal di kamar kost Desa Singajaya.
Baca Juga : Putri Apriyani Dibunuh dan Dibakar? Kapolres Indramayu: Penyelidikan Masih Berlangsung
Namun, Toni RM mengungkapkan ada kalimat dalam pernyataan Kapolres yang menurutnya kurang tepat dan mengganjal. Dalam pernyataannya Kapolres menyatakan, “Untuk mengetahui ada tindak pidana atau tidak itu kita terus lakukan penyelidikan secara Scientific Crime Investigation di antaranya dari mulai olah TKP, memeriksa, kita masih mengumpulkan semua saksi-saksi.”
“Padahal perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kalau sudah penyidikan berarti sudah ada dugaan tindak pidana, tinggal mencari tersangkanya. Saya kemarin mendampingi ayah korban yang diperiksa, itu sudah tahap penyidikan, bukan penyelidikan,” jelas Toni RM.
Baca Juga : Propam Polda Jabar Periksa Ayah Putri Apriyani, Toni RM Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat
Kuasa hukum keluarga korban berharap agar dalam rilis berikutnya Kapolres dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat mengenai status kasus tersebut.
“Kami keluarga korban dan masyarakat Indramayu mendukung dan mendoakan agar Bripda Alvian Maulana Sinaga segera tertangkap dan diproses hukum,” ujarnya dengan tegas.
Kronologi Penanganan Kasus oleh Kepolisian
Sebelumnya, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengungkapkan langkah-langkah penyelidikan yang telah dilakukan terkait peristiwa kebakaran tragis pada Sabtu (9/8/2025) di kamar kost Desa Singajaya, yang menewaskan Putri Apriyani (24).
“Pertama kami melakukan olah TKP dengan mendatangkan tim Inafis. Untuk mengetahui penyebab kebakaran, kami melibatkan laboratorium forensik (Labfor). Selain itu, kami melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” terang AKBP Fajar Gemilang, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga : Tangisan Misterius Tengah Malam Berujung Penemuan Jasad Wanita Gosong di Singajaya Indramayu
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan proses penyelidikan dilakukan secara scientific crime investigation, termasuk pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti secara sistematis. “Insyaallah, kami akan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat dengan tuntas, cepat, dan profesional,” tambahnya.
Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium forensik yang akan menentukan penyebab pasti kebakaran dan kematian Putri Apriyani. Kapolres juga belum bisa memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.
“Sampai saat ini kami belum memastikan apakah kebakaran ini disengaja atau bukan. Kami harus membuktikan dulu penyebabnya sebelum mengambil kesimpulan,” ujar Kapolres.
Baca Juga : Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Putri Apriyani: Uang Rp35 Juta Raib, Oknum Polisi Jadi Tersangka?
Kasus kematian Putri Apriyani terus menjadi perhatian masyarakat Indramayu. Penanganan serius dari aparat kepolisian diharapkan dapat menghadirkan keadilan bagi keluarga korban dan menjawab semua misteri di balik tragedi ini.























