Home / Indramayu / Kriminalitas

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 01:57 WIB

Tangis Keluarga Putri Apriyani Geruduk Polres Indramayu: “Jangan Dilindungi Alvian, Segera Tangkap!”

Keluarga dan kerabat almarhum Putri Apriyani didampingi kuasa hukumnya, Toni RM, di Polres Indramayu, Jumat (22/8/2025)

Keluarga dan kerabat almarhum Putri Apriyani didampingi kuasa hukumnya, Toni RM, di Polres Indramayu, Jumat (22/8/2025)

Suaradermayu.com – Jumat (22/8/2025) sore itu, halaman Mapolres Indramayu dipenuhi suara tangis dan lirih permohonan keadilan. Puluhan keluarga dan kerabat Putri Apriyani, gadis muda yang ditemukan tewas hangus terbakar di kamar kos Desa Singajaya, mendatangi kantor polisi dengan hati penuh luka.

Mereka datang bukan untuk berdemo, melainkan untuk mencari jawaban: mengapa Bripda Alvian Maulana Sinaga, tersangka utama pembunuhan Putri, hingga kini belum juga ditangkap meski sudah dua pekan berstatus DPO?

Jerit Pilu Keluarga

Kedatangan keluarga disambut suasana pilu. Isak tangis pecah ketika mereka mendapati Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, tidak berada di tempat.

Nenek Putri, Sarkem, yang sudah renta, menangis histeris sambil merintih dalam bahasa Jawa.

“Pegel pak, sing awit cilik digedeni (Putri) tegel temen. Skien laka kabar, laka beritane (pelaku). Ya Allah pak, melasa kita wong kere, wong ora duwe aja dijor-jor bae. Gage dibuktiaken,”

Baca juga  Miris! Anak SD di Indramayu Dicabuli, Pelaku Kabur, Keluarga Minta Polisi Jangan Diam

“”Capek pak, dari kecil dibesarkan (Putri) tega sekali. Sekarang tidak ada kabar, tidak ada berita (pelaku), ya Allah pak, kasihan saya orang miskin, orang tidak punya jangan dibiarkan saja, secepatnya dibuktikan,” rintihnya dengan suara parau.

Air mata Sarkem seakan mewakili luka semua keluarga. Sang ayah Karja dan ibu Suryati hanya bisa berdiri terpaku, terisak tanpa kata. Sesekali mereka menyeka air mata yang jatuh, tak mampu berkata apa-apa.

Keluarga : Jangan Dilindungi

Kerabat korban terus melampiaskan keresahan mereka.

“Kami hanya orang kecil, tapi ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai ada kesan pelaku dilindungi,” ucap salah seorang kerabat Putri dengan suara bergetar.

“Kenapa kalau maling cepat ditangkap? Kenapa ini susah banget padahal wajahnya jelas, alamatnya tahu,” sambung yang lain, penuh amarah bercampur putus asa.

Harapan yang Kandas di Satreskrim

Kuasa hukum keluarga, Toni RM, yang turut mendampingi, didatangi Kasat Intelkam AKP Saefullah. Ia menyarankan rombongan untuk menuju Satreskrim Polres Indramayu.

Baca juga  Indramayu Bersatu Tolak Banjir Rob: Warga Eretan Wetan Gelar Aksi Massal

Dengan langkah berat dan diiringi tangis, keluarga pun menuju ruangan Reskrim. Namun, lagi-lagi harapan mereka kandas. Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar tidak berada di kantor. Mereka hanya ditemui oleh Iptu Ardian, salah satu Kanit Reskrim.

Saat itulah tangis histeris benar-benar pecah. Nenek Sarkem kembali menangis pilu jatuh terduduk, sementara Suryati jatuh terduduk dan menangis penuh perih di depan ruangan Satreskrim Polres Indramayu. Suasana berubah menjadi mencekam, penuh dengan jeritan duka dan amarah yang tak terbendung.

Sahut menyahut kerabat Putri menuntut keadilan agar Bripda Alvian segera ditangkap. Tak ada yang menenangkan. Semua hanyut dalam kesedihan yang menyesakkan dada.

Doa dan Tekad Keluarga

Sebelum ke Polres, keluarga dan kerabat Putri sempat menggelar doa bersama di kamar kos 9 Rifda 4, tempat Putri ditemukan tewas. Tabur bunga dan doa lirih dilakukan dengan penuh haru.

Baca juga  Jalan Berlubang di Jalur Pantura Indramayu Makin Parah, Pengendara Diminta Waspada

Toni RM menjelaskan, kedatangan mereka ke Mapolres sebenarnya spontan, bukan aksi terencana. “Mereka datang setelah doa bersama, karena ingin tahu kenapa Bripda Alvian belum juga ditangkap. Mereka hanya ingin kepastian,” ujarnya.

Bagi keluarga, dua pekan tanpa kepastian terasa bagai siksaan. Mereka hanya ingin satu hal: Bripda Alvian segera ditangkap dan diadili seberat-beratnya, agar Putri bisa tenang di alam sana.

“Kalau sampai 40 hari kematian Putri pelaku belum ditangkap, kami akan melakukan demo besar-besaran,” tegas paman korban, Tamsin, dengan suara lantang penuh emosi.

Luka yang Belum Sembuh

Di halaman Mapolres Indramayu sore itu, tangis keluarga Putri menjadi saksi bahwa luka mereka masih menganga. Kehilangan seorang anak, cucu, dan saudara dengan cara tragis, diperparah dengan lambannya penangkapan pelaku.

Bagi mereka, waktu seolah berhenti sejak Putri pergi. Dan selama pelaku belum ditangkap, luka itu akan tetap berdarah.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Satu Harus Tersingkir: Baliho Para Bakal Calon Kuwu Menguasai Desa Singaraja

Indramayu

Soal Dugaan Penggerebekan Narkoba di Pendopo, Lucky Hakim : Ngeri Banget Kalau Saya Jawab
Kolase foto: Para korban pembunuhan, Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), dua anak mereka berinisial RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah korban, H. Sahroni (76) (kiri) Polisi saat konferensi pers (kanan atas) Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto kanan bawah)

Terpopuler

Polisi vs Ririn dan Priyo: Detik-detik Pembantaian Satu Keluarga di Paoman Indramayu

Indramayu

Terungkap! Ini Janji Bupati Lucky Hakim Saat Tinjau RSUD MIS Krangkeng Indramayu

Indramayu

Benarkah Aplikasi “Wong Reang” Bikin Layanan Publik di Indramayu Lebih Cepat?

Indramayu

Ushj Dialambaqa (Oo) Tuding Direksi Baru PDAM Produk Nepotisme, Bupati Lucky: Laporkan Saja

Daerah

Toni RM Bongkar Dugaan Penggelapan Rp5,6 Miliar di LPK Himawari ke Polda Jatim

Indramayu

Dilaporkan Bupati Indramayu ke Polisi, Carkaya: Saya Tidak Gentar Sama Sekali