Home / Indramayu / Politik / Terpopuler

Senin, 8 Desember 2025 - 18:26 WIB

Dugaan Timses No.1 Kumpulkan C6 Pilwu Singajaya, Warga Diiming-Imingi Rp100 Ribu

Ketua Panitia Pilwu Singajaya Maftukhin (tengah kaos)bersama timnya mendatangi kediaman tim sukses nomor urut 1 yang mengumpulkan C6.

Ketua Panitia Pilwu Singajaya Maftukhin (tengah kaos)bersama timnya mendatangi kediaman tim sukses nomor urut 1 yang mengumpulkan C6.

Suaradermayu.com – Dua hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Singajaya yang dijadwalkan pada Rabu, 10 Desember 2025, mencuat dugaan praktik pengumpulan surat undangan pemilih (C6) oleh oknum yang diduga bagian dari tim sukses Calon Kuwu Nomor Urut 1, Sarifullana. Temuan ini membuat sejumlah warga resah dan mempertanyakan integritas proses Pilwu.

Dalam penelusuran Suaradermayu.com, seorang warga berinisial A mengaku didatangi seseorang yang meminta dirinya menyerahkan surat undangan pemilihan dengan imbalan uang.

“Saya didatangi dan diminta menyerahkan surat undangan pemilihan. Katanya nanti sebelum hari coblosan akan diganti uang Rp100 ribu. Saya tidak tahu untuk apa,” ujar A, Senin (8/12/2025).

A menambahkan bahwa bukan hanya dirinya, tetapi puluhan warga di blok lain juga mendapatkan permintaan serupa. Ia mengaku bingung dan khawatir, karena undangan C6 merupakan syarat penting untuk bisa menyalurkan hak pilih di TPS.

“Kalau undangan itu diambil, nanti bagaimana saya bisa milih? Saya jadi ragu dan takut ada apa-apa,” ucapnya.

Baca juga  Polemik Dugaan Perselingkuhan Ridwan Kamil, Pengacara Toni RM: "Atalia Harus Segera Ambil Sikap"

Seorang warga lain yang enggan disebutkan identitasnya juga menguatkan informasi tersebut.

“Kata T, surat undangan itu dipegang dia. Nanti katanya diganti uang Rp100 ribu sebelum pencoblosan,” ujarnya kepada Suaradermayu.com.

Warga Laporkan Dugaan Ini ke Panitia Pilwu

Warga lainnya, Muhen, mengaku sebagai salah satu yang menyampaikan laporan resmi ke panitia Pilwu Desa Singajaya. Ia menduga praktik tersebut bertujuan agar warga pemilik undangan tidak hadir ke TPS saat hari pencoblosan.

“Saya melihat beberapa warga diminta menyerahkan undangan C6 lalu dijanjikan uang Rp100 ribu. Dugaan saya, mereka yang menyerahkan undangan tidak akan datang ke TPS, karena undangannya sudah tidak ada. Ini bisa merugikan hak suara masyarakat,” tegas Muhen.

Muhen mengatakan tindakan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip kejujuran dalam Pilwu.

“Kalau benar seperti itu, ini bentuk penggiringan dan manipulasi. Kami sebagai warga tidak mau Pilwu dicurangi. Makanya saya laporkan ke panitia agar segera diusut,” ujarnya.

Baca juga  Dr. Khalimi Kembali Nahkodai DPC PERADI SAI Indramayu Raya

Warga Lain Sampaikan Keberatan

Sementara itu, warga lain, Abdul Syukur (50), menyampaikan kritik keras terhadap praktik pengumpulan undangan tersebut.

“Ini jelas tidak benar kalau undangan warga dikumpulkan dengan imbalan uang. Undangan itu hak setiap pemilih. Pilwu harus jujur, bersih, dan tidak boleh dicemari dengan permainan seperti ini,” tegasnya.

“Kalau dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan pada hasil Pilwu,”imbuhnya.

Ketua Panitia Pilwu Desa Singajaya, Maftukhin, saat dikonfirmasi Suaradermayu.com akhirnya memberikan penjelasan terkait laporan warga mengenai dugaan pengumpulan surat undangan pemilih (C6).

Maftukhin mengatakan bahwa pihak panitia telah melakukan penelusuran internal untuk memastikan apakah surat undangan pemilih benar-benar sampai kepada warga sesuai daftar pemilih tetap.

“Pihak panitia melakukan penelusuran terkait nyampe atau tidaknya surat undangan pemilih,” ujarnya.

Ia membenarkan adanya temuan bahwa beberapa surat undangan telah berada di tangan seseorang yang bukan pemilik sahnya.

“Setelah menerima laporan, kami menemukan fakta bahwa surat undangan pemilih dikumpulkan oleh seseorang. Lalu kami minta surat undangan itu untuk dicek, dan benar, sebagian merupakan milik orang lain,” kata Maftukhin.

Baca juga  Pelantikan Kepala Daerah 6 Januari 2025, Bupati Nina : Pasti Akan Digugat

Panitia kemudian mengembalikan seluruh surat undangan tersebut kepada pemilik sahnya.

Menurut Maftukhin, panitia juga langsung memberikan arahan agar warga tidak menyerahkan C6 kepada siapapun selain panitia resmi.Panitia kemudian mengembalikan seluruh surat undangan tersebut kepada pemilik sahnya.

Menurut Maftukhin, panitia juga langsung memberikan arahan agar warga tidak menyerahkan C6 kepada siapapun selain panitia resmi.

“Kami langsung memberikan surat undangan pemilih kepada yang bersangkutan. Sambil kami memberikan arahan bahwa surat undangan pemilih wajib berada di tangan pemilih dan jangan mau diberikan ke orang lain,” tegasnya.

Maftukhin menambahkan bahwa panitia akan terus menjalankan pengawasan serta memastikan setiap warga tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Calon Kuwu Nomor Urut 1 Sarifullana belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan keterlibatan tim suksesnya dalam pengumpulan undangan C6.

Warga berharap Pilwu pada 10 Desember 2025, bisa berjalan jujur, aman, dan tanpa tekanan kepada masyarakat. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Ririn Rifanto (kiri) Priyo Bagus Setiawan dan Advokat Rusalandi (kanan)

Indramayu

Ririn Ngaku Ruslandi Dampingi Cuma Sesi Foto di Polres! LBH Ghazanfar: Jika Benar! Pidana & Cabut Izin Praktik

Terpopuler

Viral Video Eks Anggota DPRD Indramayu Minta Tolong ke Presiden Prabowo

Indramayu

Polytama Propindo Salurkan Bantuan dalam Pencarian ABK Hilang di Perairan Limbangan

Indramayu

Heboh Ular Sanca 3 Meter di Singaraja Indramayu, Warga Panik dan Minta Pemerintah Bertindak

Terpopuler

Parah! Harga Beras di Indramayu Tembus Rp 17 Ribu Per Kg, Padahal Daerah Lumbung Padi Nasional

Indramayu

Disdik Indramayu : Diduga Memalsukan & Mark-up Data Peserta Didik, Siapa Jadi Tersangka?

Indramayu

Resmi! Almak Terpilih Aklamasi Jadi Pjs Ketua FKJI, Siap Bawa Wartawan Indramayu Makin Solid

Sorotan

Dugaan Korupsi Rp 2 Miliar Mengguncang PDAM Indramayu, Dirut Nurpan Janji Beri Klarifikasi