Suaradermayu.com – Untuk memperkuat kaderisasi dai muda NU yang berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Indramayu menggelar lomba ceramah agama di Gedung PCNU Indramayu, Rabu (19/10/2022).
Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta dari Majelis Wakil Cabang (MWC NU) dan sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Indramayu. Seluruh peserta berusia di bawah 30 tahun, sebagai upaya mencetak generasi NU yang siap berdakwah dengan moderat dan ramah.
Ketua LDNU Indramayu sekaligus Ketua Panitia, KH. Muhammad Ali Murtadlo, mengatakan bahwa lomba ini merupakan bagian dari amanah PCNU kepada LDNU untuk melakukan pembinaan dan kaderisasi dalam bidang dakwah.
“Terdapat 17 peserta mewakili MWC NU dan pesantren. Kegiatan ini ditujukan untuk mencetak generasi NU yang memiliki kemampuan ceramah serta berfaham Ahlussunnah Wal Jamaah yang moderat,” ujar Kiai Ali.
Pembinaan Dai Muda Jadi Fokus LDNU
Ketua PCNU Indramayu, KH. Mustofa atau akrab disapa Kang Mus, mengapresiasi penuh kegiatan ini. Menurutnya, LDNU memiliki peran strategis dalam membina mubalig dan mubaligoh muda Nahdliyin, khususnya dalam penguatan kompetensi berdakwah.
“Alhamdulillah, LDNU Indramayu telah mengambil peran sebagai pionir dalam membina dai muda NU. Ini adalah bagian penting dari regenerasi dai NU yang siap membawa dakwah Aswaja ke masyarakat,” jelas Kang Mus.
Kang Mus juga menambahkan bahwa NU Indramayu saat ini memiliki 18 lembaga dengan peran berbeda. LBMNU (Lembaga Bahtsul Masail) dan LDNU menjadi lembaga keagamaan vital dalam menjaga tradisi keilmuan dan dakwah.
“Beberapa waktu lalu, LBMNU sukses menggelar lomba baca kitab kuning. Sekarang LDNU juga menyelenggarakan lomba ceramah agama. Ini sinyal positif untuk masa depan NU di Indramayu,” sambungnya.
Dakwah Tidak Terbatas di Mimbar
Dalam kesempatan tersebut, Kang Mus mendorong agar LDNU terus berinovasi. Dakwah, katanya, tidak boleh terbatas di mimbar masjid saja, tetapi juga harus masuk ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Dakwah harus mampu menembus semua lini. LDNU perlu kolaborasi lintas sektor agar dakwah Aswaja bisa lebih kreatif, moderat, dan menjangkau masyarakat luas,” tuturnya.
Ia juga berharap LDNU mampu menggagas metode dakwah khas yang relevan dengan karakteristik warga Nahdliyin di Indramayu.
Dakwah Aswaja di Era Digital
Lomba ini juga dinilai sebagai upaya LDNU Indramayu untuk mempersiapkan dai muda NU yang mampu berdakwah di era digital. Melalui pelatihan dan kompetisi seperti ini, para peserta diharapkan tampil sebagai penceramah yang santun, mencerahkan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Kegiatan berlangsung dengan antusias serta mendapatkan sambutan positif dari seluruh peserta, pengurus MWC NU, dan masyarakat Indramayu.

























