Home / Indramayu / Politik

Rabu, 21 September 2022 - 00:08 WIB

Aliansi Rakyat Indramayu Tuntut Hak Angket, Ratusan Massa Desak DPRD Evaluasi Bupati

Suaradermayu.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indramayu (ARI) kembali turun ke jalan menuntut DPRD Indramayu menggunakan Hak Angket untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Indramayu. Aksi unjuk rasa berlangsung di depan Pendopo Indramayu dan Gedung DPRD Indramayu, Selasa (20/9/2022).

Koordinator aksi, Masdi, menyatakan bahwa masyarakat Indramayu sudah gerah dengan berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Ia menilai kepemimpinan Bupati Indramayu saat ini justru memicu ketidakpuasan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami menuntut DPRD Indramayu untuk berani menggunakan Hak Angket terhadap pemerintah daerah. Kebijakan yang diambil selama ini sudah banyak mencederai hati nurani rakyat,” tegas Masdi dalam orasinya di depan Gedung DPRD Indramayu.

Baca juga  Mengapa Kejaksaan Mandul dan Impoten Usut Tuntas Skandal Rp2 Miliar PDAM Indramayu, Ada Apa?

Aksi unjuk rasa ini merupakan yang ketiga kalinya digelar Aliansi Rakyat Indramayu. Namun, dua aksi sebelumnya tidak mendapat tanggapan yang memadai dari pemerintah daerah. Bahkan, saat massa berorasi di depan Pendopo Indramayu, tak satu pun pejabat daerah hadir untuk menemui mereka.

Massa yang menggelar aksi membawa berbagai atribut seperti spanduk bertuliskan “Turunkan Nina, Pulangkan ke Jakarta”, sebagai bentuk protes keras terhadap Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Baca juga  Imron Rosadi Ungkap Fakta Soal PKBM 2023 di Disdik Indramayu: Serahkan Penanganan ke APH

“Kami sudah sangat muak dengan kebijakan dan keputusan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kami ingin bupati turun dan kembali ke Jakarta,” lanjut Masdi.

Deretan Tuntutan: Dari Honor Guru Madrasah hingga Infrastruktur

Menurut Aliansi Rakyat Indramayu, sejumlah kebijakan yang mereka nilai bermasalah antara lain:

Proses perizinan yang dipersulit.

Honor guru madrasah yang belum dibayarkan.

Kebijakan yang tebang pilih dan diskriminatif.

Pembangunan infrastruktur yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai merugikan jalannya pemerintahan.

Baca juga  Trah Wiralodra Minta Kejelasan Soal Pusaka Leluhur, DPRD Indramayu Akan Tindaklanjuti

Pembebanan biaya kegiatan tari topeng pemecahan rekor MURI kepada sekolah dan wali murid.

“Semua ini adalah bukti bahwa kebijakan yang diambil tidak pro rakyat. Kami minta DPRD jangan tutup mata dan segera gunakan Hak Angket untuk menyelidiki kinerja pemerintah daerah,” ujar Masdi menambahkan.

Massa aksi berharap, DPRD Indramayu tidak hanya menjadi penonton dalam polemik yang terjadi di pemerintahan daerah. Hak Angket dianggap sebagai langkah konstitusional untuk mengkaji dan mengevaluasi kinerja eksekutif secara menyeluruh.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari DPRD Indramayu terkait tuntutan penggunaan Hak Angket tersebut.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Heboh! ASN Indramayu Patungan Bangun Rumah Tahfidz Mewah Senilai 3 Miliar, Ini Tujuannya

Indramayu

Maling Traktor Dibekuk di Tengah Sawah Widasari, Jaringan Residivis Diburu Polisi

Daerah

Sekolah Mengaku Dana Pendidikan Tidak Cukup? Uangnya Dikorupsi Oknum Pejabat Disdik Indramayu – Kepala Sekolah

Indramayu

Menuju Indramayu REANG, Lucky Hakim Percepat Pembangunan di Berbagai Sektor

Indramayu

Fakta Baru Kasus 5 Jenazah di Indramayu, Polisi Libatkan Puslabfor Polri dan Periksa Saksi

Indramayu

Perceraian di Indramayu Rangking ke-4 Nasional, Selama 2022 Ada 7.771 Perkara Cerai Diputus Hakim

Indramayu

Viral!Gadis Tinggal di Makam Dapat Rumah Baru

Edukasi

Abah Ibing Ajak Warga Singaraja Bersatu Usai Pilwu: Damai Itu Indah, Bersatu Itu Ibadah