Suaradermayu.com – Satpol PP Kabupaten Indramayu akhirnya menyegel rumah indekos di Blok Pilangsari Desa Jatibarang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.
Pasalnya rumah kos tersebut diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung.
“Penyegelan ini merupakan tindakan tegas yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Jatibarang bersama Satpol PP Kabupaten Indramayu kepada pemilik kos-kosan yang tidak mengindahkan imbauan dan arahan sebelumnya,” kata Kasi Trantibum Kecamatan Jatibarang, Sarka kepada awak media, Senin (2/10/2023).
Menurut Sarka, sejak rumah indekos dibangun pada 2021 lalu, pihaknya sudah mengarahkan pemilik kos agar melengkapi segala perizinan serta mengingatkan penghuni kos agar tidak mengganggu warga sekitar.
“Menurut keterangan warga kepada kami rumah kos tersebut disewakan per jam oleh oknum pemilik kos, bahkan sering dijadikan tempat maksiat,” ujarnya.
Hal ini, kata Sarka, memicu warga sekitar kesal lantaran mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar hingga puncaknya warga melakukan aksi protes dan melakukan unjuk rasa di rumah indekos tersebut.
“Hari ini kami bersama Satpol PP melakukan penyegelan dengan disaksikan warga. Disamping belum ditempuhnya izin bangunan serta aktifitas kos-kosan mengganggu warga sekitar,” katanya.
Sebelumnya diberitakan sebuah rumah indekos di Blok Pilangsari Desa Jatibarang Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, digeruduk oleh puluhan emak-emak pada Minggu (1/10/2023).
Puluhan emak-emak itu kesal lantaran rumah indekos itu diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung. Dengan membawa spanduk bertuliskan ‘kos-kosan ini Ditutup oleh warga’ puluhan emak-emak itu membentangkan spanduk di depan rumah indekos tersebut.
Siti (45) warga yang ikut menggeruduk rumah indekos mengaku merasa jengah dengan rumah indekos yang diduga menjadi tempat prostitusi di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kebanyakan rumah kos itu hanya menyewakan buat maksiat (diduga prostitusi). Hilir mudik laki-laki perempuan keluar dari rumah kos tersebut. Kami warga sini kesal karena khawatir berimbas kepada anak-anak kami,” kata Siti.
Rupanya tak hanya Siti yang merasakan kekhawatiran dampak terhadap anak-anak mereka. Emak-emak dilingkungan rumah Siti pun turut merasakan sehingga mereka berbondong-bondong mendatangi rumah indekos tersebut.

























