Suaradermayu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan sikap tegasnya terhadap aksi premanisme yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas). Aksi-aksi yang mengganggu iklim investasi dan meresahkan pelaku usaha dipastikan akan ditindak secara hukum.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri tidak akan mentolerir tindakan intimidasi, pemerasan, maupun pungutan liar yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan ormas.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri akan bertindak tegas terhadap premanisme berkedok ormas. Tidak boleh ada yang menjadikan ormas sebagai alat untuk pungli, pemerasan, atau tindakan yang merugikan pelaku usaha,” ujar Trunoyudo pada Jumat (16/5/2025).
Meski menyiapkan tindakan hukum tegas, Polri juga mengedepankan pendekatan humanis dengan melakukan edukasi dan pembinaan kepada organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah mendorong ormas agar berkontribusi secara positif dalam menjaga ketertiban dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan agar ormas berkontribusi secara positif dalam menjaga ketertiban dan menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelas Trunoyudo.
Dalam rangka menciptakan suasana usaha yang aman dan nyaman, Polri mengajak para pengusaha dan investor agar tidak takut melapor bila mengalami intimidasi atau pemerasan. Setiap laporan akan ditangani secara cepat dan profesional.
“Kami menjamin perlindungan terhadap pelapor dan mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk tidak ragu melapor. Layanan pengaduan dapat diakses melalui hotline Kepolisian 110,” tegasnya.
Polri yakin bahwa stabilitas keamanan sangat penting untuk menunjang iklim investasi. Melalui sinergi antara edukasi, pembinaan, dan penegakan hukum yang konsisten, Polri berkomitmen menciptakan ruang usaha yang terbebas dari tekanan maupun pungli oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Dengan langkah yang terukur dan berkesinambungan, Polri siap menciptakan iklim investasi yang aman, bebas dari intimidasi dan tekanan dari oknum-oknum yang menyalahgunakan nama ormas,” tutup Trunoyudo.

























