Home / Terpopuler

Sabtu, 12 April 2025 - 13:12 WIB

Ketua PWI: Lebih dari 50% Wartawan Tak Punya Rumah, Program Ini Jadi Harapan Baru

Oplus_131072

Oplus_131072

Suaradermayu.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, mengapresiasi langkah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang mengalokasikan 1.000 unit rumah subsidi bagi wartawan. Menurutnya, program ini menjadi angin segar bagi ribuan jurnalis yang hingga kini masih belum memiliki tempat tinggal layak.

“Dari sekitar 100 ribu wartawan di Indonesia, saya kira lebih dari 50 persen belum punya rumah sendiri,” ujar Hendry saat menghadiri pertemuan bersama Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafidz, Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, pimpinan Tapera, dan Direktur BTN di Wisma Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Baca juga  Wartawan Demo Lucky Hakim, PKSPD : Apa yang Disampaikan Lucky Hakim Sesuai Fakta

Program ini menyasar wartawan yang belum memiliki rumah pribadi dengan penghasilan maksimal Rp8 juta (untuk lajang) dan Rp13 juta (untuk yang menikah), khususnya di wilayah Jabodetabek. Skema pembiayaan yang ringan dan jangka panjang dinilai sangat sesuai dengan kondisi keuangan mayoritas jurnalis.

Fasilitas dan Keunggulan Program:

Bebas PPN, BPHTB, dan PGB

Uang muka hanya 1 persen

Harga maksimal Rp185 juta (Jabodetabek), Rp165 juta (luar Jabodetabek)

Baca juga  Usai Ancam Wartawan, Kuwu Sukagumiwang Diberhentikan Bupati Indramayu

Cicilan ringan: Rp950 ribu – Rp1,2 juta/bulan

Bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun

Menteri Maruarar Sirait menekankan bahwa bantuan ini tidak dimaksudkan untuk membungkam pers. “Program ini bukan untuk membungkam kritik. Wartawan tetap harus memberitakan kebenaran dan menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujarnya.

Dalam diskusi sebelum penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PKP, Komdigi, dan BPS, Menteri Maruarar menargetkan 100 rumah pertama sudah bisa diserahkan pada 6 Mei 2025. “Pesan Presiden Prabowo jelas: kerja cepat. Jadi semua pihak harus gerak cepat,” tegasnya.

Baca juga  Ancam Wartawan, Kuwu Sukagumiwang Indramayu Dipolisikan

Untuk memastikan ketepatan sasaran, wartawan penerima bantuan harus memiliki sertifikat kompetensi dan akan didata secara by name dan by address oleh BPS. Sementara itu, Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Alyeda Yahya, menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan konstituen Dewan Pers untuk menyusun daftar penerima yang layak.

Mengakhiri pernyataannya, Hendry menilai bahwa program ini bisa menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya negara meningkatkan kesejahteraan insan pers. “Ini bukan sekadar bantuan, ini adalah harapan baru bagi banyak wartawan di negeri ini,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Terbesar di Indonesia, 25 Ribu Warga Indramayu Jadi TKW dan TKI

Terpopuler

Dukungan Semakin Kuat, RM. Margono Djojohadikusumo Didorong Jadi Pahlawan Nasional

Terpopuler

Jurus TNI-Polri Tingkatkan Ketahanan Pangan dan UMKM, Pemkab Indramayu Dukung

Indramayu

Kejagung Perintahkan Kejati Jabar Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 20 Miliar di Bawaslu Indramayu

Hukum

Korupsi Dana Pendidikan: Kejari Indramayu Tak Berani Menyentuh Atas, Cukup Kambing Hitam Bawahan

Hukum

Jaksa Febrie Adriansyah Mundur: Jabatan Kehormatan Lepas, Tapi Jejak 75 Kg Emas dan Rp 282 Miliar Tak Bisa Hilang

Terpopuler

Putra Daerah Indramayu Tampil di KPK, Ade Syaekudin Jadi Narasumber Utama Sertifikasi Antikorupsi

Terpopuler

Terekam Jelas! Detik-detik Pria Diduga Ambil Uang di Kantor Pengacara Toni RM, Warganet Geram