Home / Edukasi / Terpopuler

Kamis, 6 Maret 2025 - 14:38 WIB

Kerugian Negara Kasus Korupsi Pertamina Patra Niaga Capai Rp1.000 Triliun, Jampidsus: Masih Dihitung BPK

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah

Suaradermayu.com – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga saat ini masih dalam proses perhitungan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski demikian, berdasarkan perkiraan penyidik, angka kerugian bisa mencapai Rp1.000 triliun.

“Kerugian negara yang disampaikan itu baru perhitungan penyidik, dan ini akan diperiksa dengan auditor BPK. Hingga saat ini masih didiskusikan, apakah nanti bisa bertambah atau berkurang, dilihat dari komponen-komponennya,” ujar Febrie, Rabu (5/3/2025).

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya mengungkap bahwa kerugian akibat korupsi ini mencapai Rp193,7 triliun per tahun, yang jika dikalikan selama lima tahun, totalnya bisa mencapai Rp1.000 triliun.

Baca juga  Indramayu Panen Raya Jagung: Langkah Nyata Swasembada Pangan 2025

Hingga saat ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini, yaitu:

1. Riva Siahaan (RS) – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga

2. Sani Dinar Saifuddin (SDS) – Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional

3. Yoki Firnandi (YF) – Direktur Utama PT Pertamina International Shipping

Baca juga  PBH Peradi SAI Indramayu Raya Bersinergi dengan Kejaksaan, Siap Dukung Penegakan Hukum

4. Agus Purwono (AP) – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional

5. Maya Kusmaya (MK) – Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga

6. Edward Corne (EC) – VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga

7. Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa

8. Dimas Werhaspati (DW) – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim

9. Gading Ramadhan Joedo (GRJ) – Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak

Baca juga  Viral Siswi SMK di Karanganyar Berjualan Cilok untuk Sekolah dan Hidupi Adik

Saat ditanya apakah ada kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini, Febrie Adriansyah menyebut bahwa hal tersebut masih dalam pengembangan.

“Oh iya, nanti dalam pengembangan bisa kita lihat,” ujarnya.

Saat ini, proses penyelidikan terus berjalan, dan auditor BPK akan menentukan secara resmi berapa jumlah pasti kerugian negara dalam kasus ini.

Kasus dugaan korupsi di Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu kasus terbesar yang ditangani oleh Kejagung, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1.000 triliun. Proses audit BPK akan menentukan angka finalnya, sementara Kejagung terus mengembangkan penyidikan untuk memastikan semua pihak yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Mulai 2026, Semua Kades hingga Staf Desa Wajib Tes Urine, Pemerintah Tegas Perangi Narkoba

Edukasi

Toni RM Tegaskan Penarikan Kendaraan Kredit oleh Debt Collector Tak Boleh Sembarangan

Terpopuler

Awas Penipuan! Nama Pengacara Kondang Toni RM Dicatut, Pelaku Minta Transfer Uang

Indramayu

Hadir atau Tidaknya Ahli Digital Forensik di Sidang Paoman Berdampak Bagi Penyidik, LBH Ghazanfar: Pecat atau Penghargaan

Teknologi

Teknik Mesin Polindra Cetak Mahasiswa Akhir Agar Siap Terjun di Industri Kerja

Indramayu

KOMPI Bakal Kerahkan 10 Ribu Massa Pada 30 April, Tolak Revitalisasi Tambak & Minta Bupati Batalkan MoU dengan KKP

Terpopuler

Tarif PDAM Indramayu Naik 30 Persen

Edukasi

Polres Indramayu Gelar Razia Miras Jelang Nataru 2025, 204 Botol Diamankan