Home / Daerah

Jumat, 23 Mei 2025 - 01:28 WIB

Apresiasi Kritik DPRD, Dedi Mulyadi: Ini Bukti Politik Sehat di Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pimpinan DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Pimpinan DPRD Jawa Barat, Kamis (22/5/2025)

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Dalam pidato resminya pada rapat paripurna DPRD Jabar yang digelar Kamis sore, 22 Mei 2025, Dedi menyatakan bahwa kritik-kritik dari legislatif justru menjadi energi positif dalam menjalankan pemerintahan.

“Seluruh anggota DPRD, para ketua fraksi, dan ketua komisi, saya ucapkan terima kasih atas berbagai kritik yang dilakukan. Itu menunjukkan bahwa di Jawa Barat terjadi dinamika politik yang luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan forum paripurna.

Dedi menyebut bahwa kritik dari DPRD merupakan tanda bahwa lembaga legislatif menjalankan perannya secara optimal dalam mengawal jalannya roda pemerintahan. Ia menegaskan, suara kritis adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap rakyat dan bukti nyata dari iklim demokrasi yang sehat.

Baca juga  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Wisuda TK-SMP Dihapus

Kritik adalah Bentuk Kepedulian Politik

Menurut Gubernur Dedi Mulyadi, dalam sistem demokrasi, kritik merupakan komponen penting sebagai alat kontrol terhadap jalannya kebijakan publik. Dirinya mengakui bahwa banyak masukan dan koreksi dari DPRD justru menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan program-program pemerintah daerah.

“Kalau tidak bicara, mungkin DPRD dianggap tidak ada. Saya ucapkan terima kasih atas kritiknya,” lanjut Dedi.

Ia juga menambahkan bahwa apabila anggota dewan tidak menyampaikan pendapat secara terbuka, publik justru akan mempertanyakan fungsi kontrol mereka. Oleh sebab itu, setiap kritik—baik yang lunak maupun tajam—dianggapnya sebagai kontribusi dalam membangun Jawa Barat yang istimewa.

Kerja Sama Eksekutif dan Legislatif Ditekankan

Dalam pidatonya, Dedi tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga menyerukan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Ia menyebut bahwa DPRD dan Pemerintah Provinsi adalah dua pilar yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Baca juga  Dedi Mulyadi Perpanjang Pengampunan Pajak Kendaraan di Jabar, Catat Batas Waktunya!

“Semua orang memiliki konsen pada hal yang menjadi tujuan kita: mewujudkan Jawa Barat istimewa dengan berbagai cara. Tugas DPRD adalah bicara, itulah tugas DPRD,” ucapnya.

Menurutnya, banyak keberhasilan program pembangunan yang tidak akan tercapai tanpa sinergi antara dua lembaga negara tersebut. Karenanya, ia meminta agar dinamika dalam ruang rapat tetap berada dalam koridor etika dan tujuan bersama, bukan untuk saling menjatuhkan.

Evaluasi Kinerja Jadi Sorotan Publik

Pernyataan Dedi Mulyadi mendapat tanggapan positif dari sejumlah kalangan, termasuk pengamat politik dan masyarakat sipil. Sikap terbuka terhadap kritik ini dianggap sebagai bentuk kematangan dalam memimpin. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas, respons seperti ini menjadi penting.

Baca juga  RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran, Dr. Hasanul Arifin, menyebut bahwa kepemimpinan yang menerima kritik adalah pondasi dari pemerintahan yang inklusif.

“Pemimpin yang siap dikritik biasanya juga siap memperbaiki kebijakannya. Ini penting, apalagi di level provinsi sebesar Jawa Barat,” ujarnya.

Politik Sehat untuk Masa Depan Jawa Barat

Dengan menyampaikan apresiasi atas kritik yang diberikan, Dedi Mulyadi ingin menegaskan bahwa dinamika politik di Jawa Barat harus tetap dijaga dalam semangat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas bersama dengan DPRD dan masyarakat luas.

“Kritik adalah tanda peduli. Mari terus bersinergi demi Jawa Barat yang istimewa,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tegas: Tidak Ada Maaf untuk Oknum Dishub yang Potong Dana Sopir Angkot

Daerah

Cair Dapen Aman Yani 2018: Khotibul Umam Klaim Juni vs BJB Bingung 23 atau 25 April

Daerah

PNS Iwan Boedi Tewas Dimutilasi dan Dibakar, Terungkap Diduga Terkait Kasus Korupsi di Semarang

Daerah

Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Kompensasi Penyapu Koin di Kali Sewo, Bupati Lucky Hakim Diminta Mendata

Daerah

Tiga Petinggi Bank BPR Karya Remaja Indramayu Ditahan, Terlibat Dugaan Korupsi Rp 139 Miliar!

Daerah

Polda Jabar Telusuri Konten Resbob yang Dinilai Menyinggung Warga Sunda dan Viking Persib

Daerah

Mulai 14 Juli, Jam Masuk Sekolah di Jabar Dimajukan Jadi 06.30 WIB, Ini Penjelasan Disdik

Daerah

P2G Tolak Masuk Sekolah Jam 6 Pagi: Bahaya Kesehatan dan Pendidikan Siswa!