Suaradermayu.com — Menjelang arus mudik Lebaran, pemerintah mempercepat perbaikan Jalur Pantura wilayah barat demi menjamin perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyebut kerusakan jalan berupa lubang kini berkurang drastis.
Saat meninjau langsung ruas Pantura di Kabupaten Indramayu, Sabtu (28/2/2026), Dody mengungkapkan bahwa dari sekitar 7.000 titik lubang yang sebelumnya terdata, kini tersisa sekitar 2.500 titik. Pemerintah menargetkan sebagian besar ruas sudah bebas lubang sebelum puncak mudik dimulai.
Perbaikan dilakukan dengan metode tambal cepat (patching) untuk penanganan darurat, sembari menyiapkan langkah jangka menengah berupa pelapisan ulang jalan (overlay) dan penguatan konstruksi menggunakan beton kaku (rigid pavement) di titik-titik yang rawan rusak. Fokus utama diarahkan pada segmen strategis sepanjang kurang lebih 100 kilometer menuju perbatasan Jawa Tengah.
Selain perbaikan badan jalan, Kementerian PU juga menyoroti persoalan klasik yang kerap mempercepat kerusakan infrastruktur, yakni buruknya drainase dan pendangkalan muara sungai. Beberapa aliran yang menjadi perhatian meliputi Sungai Citarum, Sungai Ciliwung, dan Sungai Cisadane. Normalisasi dan kelancaran aliran air dinilai penting untuk mencegah genangan maupun banjir rob.
Pemerintah juga menyiapkan pompa di titik rawan banjir serta membentuk posko terpadu antara tim jalan dan sumber daya air agar genangan dapat segera ditangani. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kualitas jalan tetap optimal selama musim hujan dan periode mudik.
Dody menegaskan, seluruh jajaran Kementerian PU akan bersiaga penuh untuk memastikan Jalur Pantura Barat tetap fungsional. Ia juga mengajak masyarakat berperan menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat.
Dengan percepatan perbaikan ini, pemerintah menargetkan Jalur Pantura Barat menjadi jalur yang lebih aman, lancar, dan nyaman dilalui para pemudik tahun ini. (Mashadi)
























