Home / Indramayu / Kriminalitas

Selasa, 9 September 2025 - 14:33 WIB

Begini Cara Pelaku Habisi Satu Persatu Korban Satu Keluarga di Indramayu

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang memberikan keterangan pers pelaku pembunuhan satu keluarga di Mapolda Jabar

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang memberikan keterangan pers pelaku pembunuhan satu keluarga di Mapolda Jabar

Suaradermayu.com –  Kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Dua pelaku berinisial R dan P ditangkap setelah sempat melarikan diri ke sejumlah daerah sebelum akhirnya ditangkap aparat kepolisian.

Kapolres Indramayu AKBP Muhamad Fajar Gemilang menjelaskan, peristiwa bermula pada Rabu, 27 Agustus 2025. Sore itu, tersangka R meminta P membeli pacul yang kemudian disimpan di rumahnya.

Baca Juga : Tragedi 5 Jenazah di Rumah Merah Muda Indramayu, Misteri Satu Keluarga Tewas

Malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB, R mengajak P untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap korban Budi dengan iming-iming bayaran Rp100 juta.

Kronologi Eksekusi Sadis

Pada Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 01.00 WIB, R berpura-pura mengajak Budi melihat gudang rumahnya dengan alasan urusan bisnis minyak goreng. Namun, tanpa diduga, R langsung memukul kepala Budi menggunakan pipa besi hingga tersungkur.

Baca juga  Tiga Balita Lawan Stunting, PWI Indramayu Hadirkan Harapan di Tengah Derita

Baca Juga : Polisi Ringkus 2 Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu

Tidak berhenti di situ, R masuk ke kamar Sahroni dan melakukan serangan serupa. Sementara P berjaga di depan pintu. R kemudian melanjutkan aksinya ke kamar Euis dan anaknya yang sedang tidur. Lebih sadis lagi, bayi berinisial B ditenggelamkan oleh P ke dalam bak mandi hingga meninggal dunia.

Motif dan Barang Rampasan

Usai melakukan eksekusi, kedua pelaku menggasak barang berharga milik korban. Mereka mengambil uang tunai Rp7 juta, tiga unit ponsel, serta perhiasan emas berupa gelang dan anting milik bayi.

Baca juga  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Putri Apriyani Ditunda, Keluarga dan Toni RM Kecewa, Desak Polisi Terapkan Pasal 430 KUHP

Baca Juga : Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Terungkap, Dipicu Konflik Sewa Mobil

Emas tersebut dijual di Pasar Mambo Indramayu seharga Rp3 juta. Tidak lama kemudian, P membeli terpal yang dipakai untuk membungkus jenazah para korban sebelum dikuburkan.

Upaya Menghilangkan Jejak

Pada 30 Agustus 2025 dini hari, seluruh korban dikubur dalam satu lubang di belakang rumah. Pelaku juga memindahkan mobil milik korban untuk menghilangkan jejak. Beberapa di antaranya bahkan dijual dan digadaikan.

Baca Juga : Kesaksian Warga Ungkap Tragedi 5 Jenazah di Indramayu, Bau Busuk Muncul dari Pohon Nangka

R semakin licik dengan menyebarkan isu bahwa seorang bernama Evan adalah dalang pembunuhan. Ia menggunakan ponsel dan akun Dana milik korban untuk membuat skenario seolah-olah Evan adalah pelakunya.

Baca juga  IRW Bongkar Dugaan Dua Pelanggaran Etik Anggi Noviah: Bolos Sepekan, Sekamar dengan Pria Asing di Hari Kerja

Pelarian Berakhir di Kedokan Bunder

Setelah aksi keji tersebut, R dan P melarikan diri ke berbagai daerah mulai dari Jakarta, Bogor, Semarang, Demak, hingga Surabaya. Namun, pelarian mereka berakhir pada Senin, 8 September 2025 pukul 02.30 WIB, saat polisi berhasil membekuk keduanya di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk pacul, ember kecil, terpal biru dengan bercak darah, seprei, tali tambang, serta dua unit mobil milik korban berikut surat-surat resminya.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

CV. Tiga Utama Diduga Intimidasi Wartawan, Toni RM: Jangan Sok Jagoan!

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Rakyat Indramayu Termiskin di Jawa Barat, Bupatinya Terkaya di Jabar

Indramayu

Petani di Indramayu Tewas Tersengat Listrik di Area Pesawahan

Indramayu

Waspada! Aksi Penipuan Berkedok Surat Tilang Via WhatsApp

Indramayu

Usai Diamankan Polisi, Puluhan Gangster Motor XTC Pelajar Indramayu Resmi Bubarkan Diri

Indramayu

9 Tahun Tanpa Kabar, Siti Faridah TKW Asal Indramayu Diduga Hilang di Singapura

Indramayu

Lucky Hakim Heran Demo KOMPI Anarkis, Sebut KH Juhadi Bisa Hubungi Lewat WhatsApp

Ekonomi

Sandiwara KPM dan Dirut PDAM Indramayu: Jeritan Rakyat Dianggap Angin Lalu, Pangeran Pendopo Tak Bisa Mandi Akhirnya Bikin Proyek Baru