Home / Indramayu / Sorotan / Terpopuler

Senin, 12 Januari 2026 - 14:57 WIB

Dedi Mulyadi Turun Tangan, PMI Indramayu Nurlaela Depresi 5 Tahun Akhirnya Dirujuk ke RS Jiwa

Tim Medis Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat melakukan penanganan medis terhadap PMI Indramayu Nurlaela, yang mengalami depresi di Desa Pringgacala Indramayu, Senin (12/1/2026)

Tim Medis Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat melakukan penanganan medis terhadap PMI Indramayu Nurlaela, yang mengalami depresi di Desa Pringgacala Indramayu, Senin (12/1/2026)

Suaradermayu.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya turun tangan menangani kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Nurlaela, yang mengalami gangguan kejiwaan berat bekerja di Taiwan. Setelah bertahun-tahun tanpa penanganan medis serius, Nurlaela kini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Bandung atas perintah langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menindaklanjuti pertemuan Dedi Mulyadi dengan ayah kandung Nurlaela, Akyas, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama tim medis dari Rumah Sakit Jiwa Bandung melakukan pemeriksaan langsung di kediaman Nurlaela di Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Senin (12/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, tim medis menyimpulkan bahwa kondisi kejiwaan Nurlaela memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit jiwa.

“Sementara hasil observasi, pasien harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Rayhan, salah satu dokter yang melakukan pemeriksaan.

Pantauan Suaradermayu.com, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga melakukan percakapan langsung dengan Akyas melalui sambungan telepon saat pemeriksaan berlangsung.

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diduga Abaikan Laporan Ancaman Kekerasan Pilwu, Propam Turun Tangan

“Bagaimana Pak, ini harus dirawat,” ujar Dedi kepada Akyas.

“Iya Pak, terima kasih banyak,” jawab Akyas.

“Nanti kalau dirawat cepat tuntas, semoga cepat sembuh,” kata Dedi.

Perwakilan keluarga sekaligus kuasa hukum Nurlaela, Kuswanto Pujiantono, S.H., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Gubernur Jawa Barat dalam menangani persoalan kliennya.

“Saya atas nama kuasa hukum Pak Akyas mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, yang telah membantu anak klien kami dan memberikan fasilitas medis. Anak klien kami ini sudah menderita gangguan kejiwaan hampir lima tahun akibat guncangan jiwa saat bekerja sebagai PMI di Taiwan,” kata Kuswanto.

Ia menegaskan bahwa penanganan ini menjadi bentuk kehadiran negara yang selama ini dinantikan oleh keluarga.

Kasus Mencuat Setelah Bertahun-tahun Tanpa Pengobatan

Kondisi Nurlaela baru mencuat ke ruang publik setelah keluarga dan pendamping hukumnya mengungkapkan kepada Suaradermayu.com bahwa PMI asal Indramayu tersebut telah mengalami depresi berat hampir lima tahun tanpa pernah mendapatkan penanganan medis dan pemulihan kesehatan jiwa secara layak.

Baca juga  TPID Indramayu Temukan Produk Kadaluwarsa di Pasar dan Toko Modern

Ironisnya, keluarga menyebut kasus Nurlaela telah dilaporkan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) sejak April 2022. Namun, dalam rentang waktu yang cukup lama, keluarga mengaku tidak memperoleh kejelasan pendampingan maupun pemulihan kondisi kejiwaan Nurlaela.

Situasi ini memunculkan sorotan serius terkait efektivitas sistem perlindungan PMI, khususnya dalam fase paska penempatan. Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara tegas mewajibkan negara hadir melindungi PMI sejak pra-penempatan, masa penempatan, hingga paska penempatan, termasuk rehabilitasi fisik dan mental.

Fakta bahwa kondisi Nurlaela baru mendapat penanganan intensif setelah mencuat ke ruang publik menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah mekanisme perlindungan PMI berjalan optimal, atau justru baru bergerak ketika mendapat sorotan luas masyarakat.

Dedi Mulyadi: Negara Harus Hadir

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku terkejut setelah mengetahui kondisi Nurlaela yang mengalami gangguan kejiwaan selama hampir lima tahun tanpa pengobatan.

Keluarga Nurlaela dipanggil langsung ke kediaman Dedi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Minggu (11/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Akyas memaparkan kronologi keberangkatan hingga kepulangan anaknya dari Taiwan.

Baca juga  Komaruddin Hidayat Terpilih sebagai Ketua Dewan Pers Periode 2025-2028

Menurut Akyas, pada tahun 2018 Nurlaela berangkat sebagai PMI dalam kondisi sehat secara fisik dan mental, tanpa riwayat gangguan kejiwaan.

“Kenapa saya tidak tahu ya? Padahal saya sudah lama aktif di media sosial. Kalau lima tahun lalu saya tahu, mungkin sekarang sudah sembuh,” ujar Dedi.

Sebagai bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi juga memberikan santunan kepada keluarga Nurlaela serta memastikan pengobatan akan dilakukan hingga tuntas, termasuk membantu pengurusan BPJS Kesehatan bagi keluarga.

“Nanti anak Bapak akan diobati sampai sembuh. Tim medis akan datang langsung ke rumah,” kata Dedi. (Pahmi)

Artikel Terkait :

Kisah Nurlaela, PMI Indramayu Depresi Kerja 3 Tahun Tanpa Digaji di Taiwan

Kuasa Hukum PMI Indramayu Depresi Tanpa Digaji Desak BP3MI Jabar Bertindak, Pengaduan Mandek Bertahun-tahun

BP3MI Jabar Pastikan Gaji PMI Indramayu Dibayar, Namun Kondisi Nurlaela yang Alami Depresi Belum Direspons

Dedi Mulyadi Kaget, PMI Indramayu Depresi 5 Tahun Tanpa Pengobatan Meski Sudah Dilaporkan ke BP3MI

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kasus Pelajar Singaraja Tewas di Bunderan Kijang Indramayu, Polisi Pastikan Tak Ada Keterlibatan Geng Motor

Indramayu

Bupati Lucky Grebek Tempat Karaoke di Bojongsari, Ternyata Ada Diskotek Ilegal Tersembunyi!

Daerah

PBNU Sepakat Gelar Muktamar Bersama 2026, Ulama Tekankan Islah NU

Daerah

Akankah Bupati Indramayu Jadi Tersangka Kasus Tunjangan Rumah DPRD 18 Miliar? LBH Ghazanfar: Masih Dibutuhkan Satu Alat Bukti Lagi

Terpopuler

Indramayu Terancam Tak Peroleh Alokasi Pupuk Bersubsidi, Penyebab SK Belum Ditandatangani Bupati

Indramayu

Polres Indramayu Lakukan Pemeriksaan Senjata Api Dinas untuk Tingkatkan Disiplin

Indramayu

Antisipasi Gangguan Keamanan, Polsek Sliyeg Gelar Patroli Malam

Indramayu

Eks TKW di Indramayu Dapat Pelatihan Wirausaha, Dorong Perempuan Lebih Mandiri dan Sejahtera