Home / Sorotan / Indramayu

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:31 WIB

BP3MI Jabar Pastikan Gaji PMI Indramayu Dibayar, Namun Kondisi Nurlaela yang Alami Depresi Belum Direspons

Nurlaela PMI asal Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu mengalami depresi sepulang bekerja di Taiwan

Nurlaela PMI asal Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu mengalami depresi sepulang bekerja di Taiwan

Suaradermayu.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memastikan bahwa hak gaji Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nurlalea asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang sempat tertahan selama tiga tahun di negara penempatan telah dibayarkan dan kasus tersebut dinyatakan selesai.

Hal itu disampaikan oleh Ali Imron, perwakilan BP3MI Jawa Barat, menyusul tindak lanjut atas surat dari Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Indramayu terkait dugaan perampasan gaji PMI oleh pihak keluarga majikan.

Ali Imron menjelaskan bahwa BP3MI Jawa Barat telah melakukan klarifikasi kepada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Dari hasil koordinasi tersebut, P3MI menyatakan kesiapannya untuk membantu agar majikan di negara penempatan memenuhi kewajibannya membayar hak PMI.

Baca juga  Pemkab Indramayu dan Pemprov DKI Jakarta Bahas Kerja Sama Strategis Antar Daerah: Fokus Pertanian hingga Digitalisasi Pelayanan

“BP3MI Jawa Barat menindaklanjuti surat dari LTSA Indramayu dengan mengklarifikasi P3MI. P3MI menyampaikan kesiapannya membantu agar majikan di negara penempatan dapat memberikan hak gaji PMI,” ujar Ali Imron, melalui keterangan tertulis yang diterima Suaradermayu.com, Jumat (9/1/2025).

Dalam pendalaman kasus, BP3MI memperoleh informasi bahwa penahanan gaji diduga dilakukan oleh anak majikan bernama Fansen Ske alias Gege, yang disebut melakukan ancaman terhadap Nurlaela sehingga upahnya tidak diberikan selama kurang lebih tiga tahun.

Baca juga  BKAD Indramayu Tegaskan 196 Mobil Dinas Tidak Hilang

BP3MI Jawa Barat kemudian menerima laporan dari P3MI bahwa seluruh sisa gaji PMI telah dibayarkan. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, BP3MI berkoordinasi dengan LTSA Indramayu dan melakukan konfirmasi langsung kepada PMI yang bersangkutan.

“PMI membenarkan bahwa semua sisa gaji yang belum dibayarkan telah diterima dan yang bersangkutan juga telah membuat surat pernyataan bahwa kasusnya selesai,” kata Ali Imron.

Namun demikian, saat disinggung mengenai kondisi kesehatan Nurlaela, PMI asal Indramayu yang disebut mengalami gangguan depresi setelah mengalami tekanan dan ancaman selama bekerja di luar negeri, Ali Imron belum memberikan respons atau keterangan lanjutan.

Baca juga  Dedi Mulyadi Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Tata Ruang, Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir

Hingga berita ini diturunkan, BP3MI Jawa Barat belum menyampaikan penjelasan apakah terdapat pendampingan lanjutan, baik secara medis maupun psikologis, terhadap Nurlaela pascakejadian tersebut.

Sementara itu, keluarga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya terkait pemulihan kondisi mental korban, mengingat kasus ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan jiwa PMI yang bersangkutan.

Redaksi Suaradermayu.com masih berupaya menghubungi Ali Imron dan pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lanjutan terkait penanganan kondisi kesehatan Nurlaela. (Pahmi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Tampang Mahasiswa Penusuk Nenti di Indramayu Terbongkar! Begini Kronologi Sadisnya

Indramayu

Lucky Sebut “Ngeri” Ditanya Soal Dugaan Penggerebekan Narkoba di Pendopo, Toni RM: Lebay

Indramayu

Pria Ditemukan Tewas Sebelumnya Merintih Kesakitan di Indramayu

Indramayu

Pemkab Indramayu Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme, Wujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif

Indramayu

Polisi di Indramayu Gagalkan Bunuh Diri Remaja Hendak Loncat dari Tower

Indramayu

Tak Punya Kaki Usai Kecelakaan, Pria di Indramayu Ini Mendadak Didatangi Polisi Bawa Ranjang dan Sembako!

Ekonomi

Heboh! Bupati Lucky Hakim Desak Komisi XII DPR RI Tuntaskan Masalah Migas di Indramayu

Indramayu

Raffi Ahmad Puji Nina Agustina, Warganet Protes