Home / Sorotan / Hukum / Indramayu

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:17 WIB

Kuasa Hukum PMI Indramayu Depresi Tanpa Digaji Desak BP3MI Jabar Bertindak, Pengaduan Mandek Bertahun-tahun

Kolase Foto : Pengacara Kuswanto Pujiantono, SH dan Kolase foto : Nurlaela, PMI Indramayu depresi 3 tahun kerja tanpa digaji di Taiwan

Kolase Foto : Pengacara Kuswanto Pujiantono, SH dan Kolase foto : Nurlaela, PMI Indramayu depresi 3 tahun kerja tanpa digaji di Taiwan

Suaradermayu.com –Kuasa hukum Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nurlaela asal Desa Pringgacala Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang mengalami depresi sepulang bekerja dari Taiwan mendesak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat agar segera bertindak. Pasalnya, pengaduan resmi keluarga korban disebut mandek bertahun-tahun tanpa kejelasan penanganan.

Kuasa hukum dari LSM Aliansi Perjuangan Pekerja Migran Indonesia dan Hak Asasi Manusia (APSPMI & HAM), Kuswanto Pujiantono, S.H., menegaskan bahwa laporan tersebut telah disampaikan sejak 7 April 2022 ke BP3MI Jabar (UP 7 Bandung). Namun hingga kini, kata dia, belum terlihat langkah konkret yang memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarganya.

Baca juga  ASN di Satuan Pendidikan Wajib Ikuti Aturan Lima Hari Sekolah di Indramayu

Pengaduan Sejak 2022, Diminta Tidak Dibiarkan Berlarut

Menurut Kuswanto, keluarga korban telah menempuh jalur resmi sesuai mekanisme negara. Namun, proses penanganan yang berjalan lambat dinilai bertentangan dengan semangat perlindungan PMI.

“Pengaduan ini sudah hampir tiga tahun. Kami meminta BP3MI Jabar bertindak serius dan konkret, bukan membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kepastian,” tegas Kuswanto.

Ia menilai, ketika korban berada dalam kondisi gangguan kesehatan mental, negara semestinya bergerak cepat memberikan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan.

PMI Pulang Depresi, Diduga Hak Dasar Tidak Dipenuhi

Korban diketahui berangkat bekerja ke Taiwan secara prosedural melalui sponsor dan perusahaan penempatan resmi. Namun selama bekerja di luar negeri, korban diduga mengalami tekanan berat dan tidak menerima hak upah sebagaimana mestinya, hingga akhirnya dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi mengalami depresi.

Baca juga  Meriahkan Ramadan, Ketua NU Indramayu Tarawih Keliling di Masjid Al-Ikhlas Sukaurip

“Ini bukan sekadar persoalan administratif. Ini menyangkut hak dasar PMI yang diduga dilanggar, hingga berdampak pada kondisi kejiwaan korban,” ujar Kuswanto.

BP3MI Jabar Diminta Jalankan Mandat UU 18/2017

Kuswanto mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mewajibkan negara—melalui BP3MI—memberikan perlindungan sebelum, selama, dan setelah bekerja.

Perlindungan tersebut meliputi:

pemenuhan hak upah,

pendampingan hukum, serta

pemulihan kondisi fisik dan mental PMI korban.

“Jika pengaduan dibiarkan mandek bertahun-tahun, maka ini bertentangan dengan mandat undang-undang. BP3MI Jabar harus hadir dan bertindak,” tegasnya.

Baca juga  Tak Lagi Dibuang, Minyak Jelantah Kini Jadi Cuan Tabungan Warga Indramayu

Dorong Evaluasi Sponsor dan Perusahaan Penempatan

Selain meminta langkah konkret dari BP3MI Jabar, Kuswanto juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sponsor dan perusahaan penempatan PMI yang memberangkatkan korban.

“Jika ditemukan pelanggaran, harus ada konsekuensi hukum, baik administratif maupun pidana. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa keadilan,” ujarnya.

Cermin Buram Perlindungan PMI

Kuswanto menilai kasus ini menjadi cermin buram sistem perlindungan PMI, khususnya bagi PMI perempuan yang rentan mengalami eksploitasi dan tekanan psikologis saat bekerja di luar negeri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BP3MI UP7 Jabar belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut pengaduan tersebut. (Waryadi)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Anak Aman Yani Minta Ayahnya Muncul: ”Kalau Tidak Bersalah Datang, Jangan Jadi Pengecut”’

Sorotan

Desa Disegel Warga: Ketika Kepercayaan pada Pemimpin Menguap di Sukaslamet

Indramayu

Berkas Ditata, Undangan Pemilih Disiapkan: Sibuk Panitia Jelang Pilwu Singajaya 10 Desember

Terpopuler

Dedi Mulyadi Desak Polisi Telusuri Keberadaan Aman Yani, Misteri Kasus Paoman Kian Memanas

Indramayu

Bupati Indramayu Lucky Hakim Bahas Penyelarasan Visi-Misi dan 17 Arahan Strategis Jelang Libur Idul Fitri

Indramayu

Klaim CCTV Baru Diambil 8 Bulan Setelah Pembunuhan di Paoman Indramayu, LBH Ghazanfar: Kebohongan Oknum Polisi dan Jaksa Terbukti

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Gaspol Perbaiki IPM Indramayu yang Tertinggal di Jawa Barat

Indramayu

Indramayu Soroti Lemahnya Kebijakan Berbasis Data, Bappeda-Litbang Gelar Bimtek Penyusunan Naskah Akademik