Suaradermayu.com – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (2019–2024), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengungkapkan dugaan mengejutkan terkait kebakaran di Kilang Minyak Balongan, Indramayu, pada 29 Maret 2021. Dalam poadcast di channel YouTube Narasi Newsroom pada Minggu (2/3/2025), Ahok mencurigai bahwa insiden tersebut bukanlah kecelakaan biasa, melainkan ada unsur kesengajaan.
Ahok mengaku sedang menyelidiki laporan dugaan pencurian minyak sebelum insiden kebakaran terjadi.
“Waktu itu saya sengaja datang ke Indramayu (Balongan) mau cek ada laporan minyak dicolong (dicuri), karena beberapa konsumen minyak solar melaporkan bahwa mereka tidak mau beli solar Pertamina karena kecampur air laut,” ujar Ahok.
Tak hanya di Balongan, Ahok juga menyoroti dugaan pencurian minyak di Tuban, Jawa Timur, yang diduga melibatkan seorang oknum politisi.
“Mana beritanya? Kenapa semua diam sampai hari ini? Saya mau tanya, mana aparat bekerjanya?” tegasnya.
Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan mengalami kebakaran hebat pada 29 Maret 2021, yang menyebabkan ledakan besar. Ribuan warga di sekitar kilang terpaksa dievakuasi demi keselamatan.
Dilansir CNBC Indonesia, Kamis (30/9/2021), Pertamina menyebut bahwa kebakaran terjadi akibat sambaran petir. Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil investigasi yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya:
1. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM
2. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
3. LAPI ITB
4. Konsultan independen Det Norske Veritas (DNV)
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono, saat itu mengungkapkan bahwa penyelidikan menunjukkan adanya kebocoran di dinding Tangki G, yang kemungkinan besar disebabkan oleh degradasi material akibat sambaran petir.
“Mayoritas hasil investigasi menyebutkan telah terjadi kebocoran di dinding Tangki G dengan penyebab berbeda-beda dari setiap hasil investigasinya,” ujar Djoko.
Pernyataan Ahok yang mencurigai unsur kesengajaan dalam kebakaran ini memicu spekulasi baru. Ia juga menyoroti dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga, yang disebut merugikan negara hingga Rp 1.000 triliun.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait tudingan Ahok tersebut. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan di kalangan publik:
Apakah kebakaran Kilang Balongan benar-benar murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan?























