Suaradermayu.com – Calon Bupati Indramayu nomor urut 02 Lucky Hakim meminta para kepala desa atau kuwu di Kabupaten Indramayu agar tidak cawe-cawe pada pemilihan kepala daerah Indramayu 2024.
Lucky melihat dinamika di lapangan pada Pilkada Indramayu 2024 ini semakin memanas sehingga ia perlu mengingatkan kuwu tentang jabatan yang diemban.
“Saya mengimbau dan mengajak para kuwu untuk netral sesuai dengan sumpah jabatan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada,” kata Lucky Hakim.
Meski demikian Lucky mengingatkan kuwu cawe-cawe di Pilkada Indramayu 2024 agar memahami situasi kondisi dilapangan yang lebih masuk akal.
“Kalau (kuwu) tetap cawe-cawe di Pilkada saya mengajak dan mengimbau para kuwu agar rasional dan realistis sekira mendukung siapa,” ujar dia.
Lucky mengingatkan kuwu agar bisa memperkirakan siapa yang akan memenangkan kontestasi Pilkada Indramayu mendatang sehingga bisa mendukung calon yang tepat untuk memimpin Indramayu kedepan.
“Kira-kira siapa yang menang? Harus pintar melihat dan memprediksi. Lihat survei, ceker dan melihat kiri kanan. Alhamdulillah nomor 02 dari ujung Sukra sampai Krangkeng, dari Cantigi sampai Tukdana, sudah membahana,”kata Lucky.
Dia mengingatkan para kuwu agar tidak terbuai dengan janji-janji palsu apalagi, menurut Lucky, hingga disertai ancaman dan tekanan agar memenangkan paslon tertentu.
“Jangan termakan janji-janji pak kuwu, ibu kuwu, apalagi disertai ancaman dan tekanan akan diperiksa inspektorat lah, akan dikasus kan dan sebagainya. Hal ini membuat para kuwu ini tersandera, seperti diikat tangan dan lehernya ditarik kesana kemari,” jelasnya.
Lucky mengaku memahami kondisi psikologis para kuwu di Kabupaten Indramayu, mereka merasa kehormatannya terinjak oleh penekanan serta ancaman yang mereka terima.
“Saya tahu bagaimana rasanya tersandera itu, gak enak, ditekan-tekan, diancam seolah-olah cenderung kehormatan kuwu itu terinjak-injak. Ini maaf pak kuwu, ibu kuwu seolah-olah jadi kacungnya penguasa,” katanya.
Lucky mengingatkan para kuwu, bahwa Kabupaten Indramayu bukanlah kerajaan yang seenaknya mengatur dan memberi penekanan kepada para bawahannya agar menurut sesuai keinginan penguasa.
“Indramayu ini milik bersama bukan kerajaan. Pak kuwu, ibu kuwu itu dipilih oleh masyarakat bukan penguasa. Jadi, kami mengajak agar para kuwu kembali ke fitrahnya, sebagai kepala desa mengayomi masyarakat menuju kesejahteraan bagi masyarakat di desa,”tutur Lucky.
Dia menegaskan sangat menyayangi para kuwu yang ada di Indramayu, menurutnya jangan sampai para kuwu yang cawe-cawe malah terjerumus ke proses hukum pidana Pilkada. Lucky mengajak para kuwu agar bekerja sesuai dengan peraturan yang ada tidak ikut cawe-cawe memenangkan paslon tertentu.
“Saya berharap para kuwu tetap bekerja jangan ikut cawe-cawe di pilkada ini, apalagi memihak paslon yang kalah. InsyaAllah jika saya dilantik, saya akan memimpin Indramayu dengan bersahaja, tidak ada penekanan apalagi disertai ancaman karena kuwu adalah mitra di level desa bukan bawahan,” kata Lucky.

























