Home / Indramayu / Terpopuler

Rabu, 10 Mei 2023 - 15:11 WIB

Ketua NU Indramayu Sebut Al Zaytun Bukan Bagian dari NU

Foto : Kolase Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang dan Salat Idul Fitri 1444 H, saf perempuan sejajar dengan pria

Foto : Kolase Pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang dan Salat Idul Fitri 1444 H, saf perempuan sejajar dengan pria

Suaradermayu.com – Belakangan nama Pondok Pesantren Al Zaytun di Kabupaten Indramayu menjadi perbincangan publik. Kenapa, mereka melaksanakan praktik ajaran Islam yang kontoversial.

Salah satu yang diunggah akun @kepanitiaanalzatun soal Salat Idul Fitri 1444 H/2023.

Ketua PCNU Indramayu, Kiai Muhammad Mustofa, turut menanggapi kontoversi terkait praktik ajaran Islam yang dilakukan oleh Ponpes Al Zaytun.

“Kalau dilihat statemen pemimpinnya (Ponpes Al Zaytun) yaitu Syekh Panji Gumilang, itu jelas-jelas tidak sejalan dengan NU,” kata Kiai Mustofa.

Menurut Kang Mus biasa dikenal menjelaskan, pertama  lembaga Al Zaytun tidak berafiliasi dengan organisasi NU, walau yang disampaikan Panji Gumilang mengaku dirinya adalah cicit dari Hadratusyekh Faqih Maskumambang.

Baca juga  Demo ke PBNU, PCNU Indramayu Tegaskan Tidak Terlibat dan Murni Ditumpangi Oknum

Kedua, karena NU harus berprinsip kepada tiga pilar, Amaliah, Fikrah dan Harakah harus NU. Ketiga, NU dalam Fikih pun garus menggunakan salah satu dari 4 mazhab, yaitu Syafii, Hambali, Hanafi dan Maliki.

“Sementara itu, apa yang disampaikan Panji Gumilang ketika ditanyai soal mazhab, dia berbicara (menggunakan) mazhab Sukarno. Sedangkan Sukarno ini tidak masuk dari mazhab fikih yang disampaikan oleh NU,” tuturnya.

Baca juga  Ketua NU Indramayu Resmikan Pasar di Jatibarang

Menurut dia, jika dilihat dari amaliyah ibadah, seperti salat tampak tidak seperti salatnya orang NU.

“Saya sebagai Ketua PCNU Indramayu, menegaskan kembali bahwa lembaga Al Zaytun tidak berafiliasi pada NU,”pungkasnya.

Sebelumnya dilansir Youtube Al-Zaytun Official, pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang  menjelaskan alasan mengapa jamaah wanita dan pria bercampur dalam satu shaf saat Salat Idul Fitri 1444 H yang kontroversial.

Dalam ceramahnya, dia tidak menjelaskan alasanya tidak bersandarkan pada ulama mazhab yang muktabar dalam ilmu fikih, tetapi menyebutnya ‘Mazhab Bung Karno’.

Baca juga  Keramatnya Kiai Mustofa, Sang Ketua PCNU Indramayu Bisa Hentikan Hujan

Di menit ke 7, ia mengaku terakit viralnya foto-foto kegiatan shalat Idul Fitri di PP Al Zaytun yang menampilkan seorang wanita sejajar dengan pria di barisan depan. Secara jujur, Panji Gumilang tidak menyinggung mazhab ulama muktabar (yang diakui), namun dirinya mengakui mengikuti Mazhab Soekarno.

“Syekh ingat, karena ditanya orang, ini mazhab apa yang begini-begini ini. Syekh karena mengagumi orang yang pandangannya luar biasa dalam bidang-bidang ini, syekh bilang, mazhabku adalah Bung Karno,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kasus Pelajar Singaraja Tewas di Bunderan Kijang Indramayu, Polisi Pastikan Tak Ada Keterlibatan Geng Motor

Hukum

Rumah Saksi Korupsi Terbakar, KPK: Diduga Berkaitan Penyidikan Ijon Proyek Bekasi

Terpopuler

Mulai 2026, Semua Kades hingga Staf Desa Wajib Tes Urine, Pemerintah Tegas Perangi Narkoba

Indramayu

Dr. Khalimi Balas Ruslandi, SH : Jangan Anggap Remeh Dugaan Pelanggaran Moral Oknum DPRD Indramayu!

Indramayu

Indramayu Melesat! Investasi Triwulan I Tembus Rp362 Miliar, Apa Rahasia Kepemimpinan Lucky Hakim-Syaefudin?

Indramayu

Atap Kelas SD di Indramayu Ambruk, Guru dan Murid Panik Berhamburan

Terpopuler

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Awali Tugas dengan Semangat dan Optimisme

Indramayu

2 SIM Card Hilang dan WA Ririn Logut: Jaksa Polisi Saling Lempar, Prof. Youngky: Itu Pidana