Home / Indramayu

Rabu, 12 November 2025 - 17:51 WIB

Tiga Tahun Tanpa Kabar, Pilu Taridi Menanti Istrinya, TKW Asal Indramayu yang Hilang di Arab Saudi

Kolase foto: Taridi dan istrinya, Sri Haryati, yang dikabarkan hilang kontak di Arab Saudi

Kolase foto: Taridi dan istrinya, Sri Haryati, yang dikabarkan hilang kontak di Arab Saudi

Suaradermayu.com – Setiap sore, ketika matahari mulai condong ke barat, Taridi (38) kerap duduk di depan rumah sederhananya di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Tatapannya kosong, menembus jauh ke arah jalan desa yang ia tahu tak akan membawa siapa pun — termasuk istrinya, Sri Haryati (35), yang sudah tiga tahun tak memberi kabar sejak berangkat ke Arab Saudi.

“Anak sering nanyain, katanya ‘Mamah kapan pulang?’. Saya cuma bisa bilang sabar, nanti juga pulang,” ucap Taridi lirih, menahan haru saat ditemui di Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Indramayu, Selasa (11/11/2025).

Sudah tiga tahun lamanya Sri hilang kontak. Tak ada lagi pesan singkat, tak ada panggilan video, tak ada kabar dari seberang. Hanya sunyi yang kini menjadi teman Taridi dan dua anaknya.

Impian Membangun Rumah, Berujung Kehilangan Kabar

Awalnya, keberangkatan Sri ke luar negeri adalah sebuah harapan.
Keluarga kecil itu hidup pas-pasan; Taridi bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tak menentu. Sri pun bertekad bekerja kembali ke Timur Tengah setelah sebelumnya sempat menjadi tenaga kerja di Dubai.

Baca juga  Bank BJB Ungkap Aman Yani Datang Sendiri Urus Dana Pensiun, Khotibul Umam: Saya yang Urus Berdasarkan Surat Kuasa

“Sebelum berangkat, dia sempat bilang pengin punya rumah sendiri. Capek katanya numpang di rumah orangtua,” kenang Taridi.

Tekad itu membuatnya menerima tawaran seorang sponsor yang menjanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Riyadh, Arab Saudi. Prosesnya cepat — terlalu cepat. Tanpa pelatihan, tanpa surat resmi dari pemerintah desa, bahkan tanpa tahu pasti siapa majikannya nanti.

“Enggak sampai sebulan sudah berangkat. Katanya semua diurus sponsor. Saya awam, cuma nurut aja,” ujar Taridi.

Diduga Jadi Korban TPPO

Ketua DPC SBMI Indramayu, Akhmad Jaenuri, menilai pola keberangkatan seperti Sri sangat berisiko dan berpotensi besar termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Dari keterangan keluarga, indikasinya kuat ke arah sana. Kalau TPPO itu pasti unprosedural, karena tidak melalui jalur resmi dan tidak tercatat di Kemenaker maupun KemenP2MI,” jelas Jaenuri.

Menurut Jaenuri, Sri Haryati kemungkinan besar diberangkatkan secara tidak sah karena tidak melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan tidak memiliki perlindungan hukum di negara tujuan.

Baca juga  Fakta Mengejutkan di Balik Tewasnya Putri Apriyani: Uang Rp35 Juta Raib, Oknum Polisi Jadi Tersangka?

“Kami menduga Sri bekerja di rumah pribadi dan tidak diizinkan berkomunikasi dengan keluarga. Itu salah satu pola umum korban TPPO,” tambahnya.

Kabar Terakhir Enam Bulan Setelah Berangkat

Enam bulan pertama di Riyadh, Sri masih rajin memberi kabar dan sempat mengirim uang ke kampung halaman.
Namun sejak akhir 2022, komunikasi mendadak terputus. Nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, bahkan nomor majikannya pun sudah tidak aktif.

“Awalnya saya pikir ganti nomor. Tapi sampai sekarang sudah tiga tahun, tidak ada kabar sama sekali,” tutur Taridi, menunduk lesu.

Kini, setiap kali anak-anaknya menanyakan kapan sang ibu pulang, Taridi hanya bisa menenangkan mereka.
“Yang kecil dulu waktu ditinggal baru tiga tahun, sekarang sudah tujuh tahun. Kadang nanya, katanya mimpi ketemu mamah. Saya cuma bisa bilang nanti ya, semoga mimpi itu benar.”

SBMI Siapkan Langkah Hukum dan Pelaporan

SBMI Indramayu kini tengah menyiapkan surat kronologi lengkap kasus Sri Haryati untuk dilaporkan ke Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga  Kontroversi Staf Khusus Bupati Indramayu: Pengangkatan Salman Dinilai Langgar Aturan

“Surat ini penting agar pemerintah pusat bisa menelusuri keberadaan Sri melalui perwakilan di Arab Saudi,” kata Jaenuri.

SBMI juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri melalui sponsor atau calo.

“Indramayu ini daerah kantong PMI. Tapi ironinya, banyak yang masih berangkat lewat jalur tidak resmi. Padahal risikonya besar, bisa seperti Sri ini—hilang tanpa kabar,” ungkapnya

Harapan di Tengah Penantian

Bagi Taridi, setiap hari adalah ujian kesabaran. Ia masih menyimpan foto istrinya yang diambil sebelum keberangkatan: senyum tipis dengan jilbab biru muda dan harapan besar di mata.

“Kalau bisa, saya cuma minta bantuan pemerintah untuk cari dia. Enggak tahu kondisinya di sana seperti apa. Saya cuma ingin tahu dia masih hidup atau enggak,” ucapnya pelan.

Sore itu, matahari di Juntikebon mulai tenggelam. Langit berubah jingga, dan suara anak-anak bermain terdengar dari kejauhan. Taridi kembali duduk di beranda, memandangi jalan yang sepi. Di hatinya, doa sederhana kembali terucap:”Semoga Sri pulang. Dalam keadaan apapun.” (Abdul Goni)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Skandal Judi Online di Indramayu: Mantan Pegawai Bank BUMN Diduga Gelapkan Dana Kredit Rp2 Miliar

Indramayu

Propam Polda Jabar Periksa Ayah Putri Apriyani, Toni RM Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat

Indramayu

Daerah Pemasok TKI Terbanyak, Indramayu Juaranya

Ragam

Refleksi Harlah NU, Ketua PCNU Indramayu KH Muhammad Mustofa Ajak Nahdliyin Perkuat Khidmah dan Persatuan

Indramayu

Lucky Hakim Resmi Pimpin NasDem Indramayu, Saan Mustopa: Kang Lucky Mempunyai Kemampuan Manajerial yang Baik

Edukasi

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis Muhammad Rauf, Jasadnya Dibuang di Saluran Irigasi di Indramayu

Indramayu

Viral! Bupati Indramayu Lucky Hakim Bagi-Bagi Uang Rp105 Juta untuk Korban Puting Beliung, Warga Menangis Haru!

Indramayu

Lagi, Polres Indramayu Tangkap Pengedar Pil Koplo, 2.147 Butir Obat Disita