Suaradermayu.com – Dua dari lima pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang beraksi di wilayah Kecamatan Juntinyuat dan Karangampel, Kabupaten Indramayu dilumpuhkan polisi.
Kedua pelaku berinisial KRL (49) dan MSL (31) warga Kecamatan Krangkeng ditembak karena melawan saat ditangkap. Keduanya masing-masing mendpatkan hadiah timah panas di kakinya.
“Saat akan ditangkap, tersangka melawan petugas maka kami lakukan tindakan tegas dan terukur,”kata Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar, Kamis (6/4/2023).
Polisi juga menangkap tiga pelaku lain masing-masing berinisial SPD (34), AQN (29) dan MHD (28) warga Kecamatan Krangkeng. Polisi masih memburu satu pelaku begal lagi berinisial SRD (40).
“Peran masing-masing tersangka berbeda, ada berperan sebagai joki, eksekutor, dan penadah hasil pembegalan,” ujarnya.
Para pelaku berhasil ditangkap setelah melakukan pembegalan di dua tempat masing-masing di wilayah Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, dan Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Rabu (5/4/2023).
Pelaku mendapatkan dua unit kendaraan sepeda motor dari hasil pembegalan kemudian dijual ke penadah dengan harga Rp 11 juta. Selanjutnya uang dibagi-bagi masing-masing memperoleh uang Rp 2 juta.
Sedangkan pelaku penadah memperoleh untung hasil penjualan kembali sepeda motor masing-masing Rp 400 ribu.
“Para tersangka kita amankan di Mapolres Indramayu guna pengembangan lebih lanjut,” kata Kapolres Fahri.
Sementara itu salah satu korban pembegalan Yogi Waluyo (22) warga Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu mengaku menjadi korban pembegalan di wilayah Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat pada Rabu (5/4/2023) sekira pukul 23.00 WIB .
Pemuda kini bisa mendapatkan kembali sepeda motor miliknya. Dihadapan polisi ia menghidupkan sepeda motor miliknya.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengembalikan motor saya,”katanya. (Mashadi)


























