Home / Indramayu / Ragam

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:06 WIB

Mahasiswa Soroti Banjir Indramayu: Tata Kelola dan Perencanaan Wilayah Dinilai Bermasalah

Forum mahasiswa Indramayu soroti banjir di wilayah Kabupaten Indramayu

Forum mahasiswa Indramayu soroti banjir di wilayah Kabupaten Indramayu

Suaradermayu.com – Kumpulan mahasiswa daerah menyoroti persoalan banjir yang terus berulang di Kabupaten Indramayu. Mereka menilai, banjir yang melanda berbagai wilayah—termasuk banjir rob di kawasan pesisir—menjadi indikasi lemahnya tata kelola lingkungan dan perencanaan wilayah yang belum berpihak pada keselamatan serta keberlanjutan hidup masyarakat.

Sorotan tersebut mengemuka dalam agenda konsolidasi gerakan bertajuk “Undangan Terbuka Ngomongin Kepemerintahan!” yang digelar pada 31 Januari 2026.

Forum ini dihadiri sejumlah organisasi mahasiswa daerah (Orda) Indramayu dari berbagai kota, di antaranya Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) Cirebon, IKA Darma Ayu Bandung, Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai Ayu) Jakarta, KAPMI Yogyakarta, Formasi Purwokerto, IKAHASI Semarang, HIKMI Sumedang, IKA Wira Dharma Ayu Malang, serta DEMA IAI Pangeran Dharma Kusuma (PDK) Kampus Putih Indramayu.

Baca juga  VIRAL! Foto Bupati Lucky Hakim Tampak Akrab dengan Tersangka KPK, Ada Apa?

Dalam konsolidasi tersebut, mahasiswa menilai banjir di Indramayu tidak lagi bisa dipahami sebagai peristiwa alam semata. Buruknya sistem drainase, luapan sungai, hingga banjir rob yang terus berulang dinilai sebagai dampak dari perencanaan wilayah yang tidak adaptif terhadap kondisi lingkungan dan perubahan iklim.

Kawasan pesisir Eretan Wetan dan Eretan Kulon menjadi perhatian utama. Di wilayah ini, air laut pasang kerap menggenangi permukiman warga, fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Kondisi tersebut dinilai telah berlangsung lama tanpa solusi jangka panjang yang jelas.

Ketua HIKMI Sumedang, Basith, menegaskan bahwa kebanjiran yang terus berulang merupakan persoalan struktural yang tidak kunjung ditangani secara menyeluruh.

“Banjir di Indramayu, khususnya di Eretan, adalah tanda adanya persoalan tata kelola yang serius. Warga terus dipaksa beradaptasi, sementara kebijakan jangka panjang yang adil dan berbasis tata ruang belum benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Lamban Tangani Banjir, Puluhan Warga Geruduk Dinas PUPR Indramayu

Mahasiswa juga menyoroti dampak sosial dari banjir dan rob yang semakin memperburuk kualitas hidup warga pesisir. Ketua Permai Ayu Jakarta, Miftah, menyebut banjir telah memicu kerentanan sosial yang meluas.

“Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi memutus aktivitas ekonomi, mengganggu pendidikan anak-anak, dan menciptakan ketidakpastian hidup. Ini alarm serius atas lemahnya respons kebijakan dalam menghadapi krisis lingkungan,” tuturnya.

Menurut mahasiswa, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan dan perencanaan wilayah di Indramayu, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terdampak rob dan kenaikan muka air laut.

Baca juga  Kebakaran Hebat di Balongan Indramayu, 3 Rumah dan Gudang BBM Ludes Terbakar

Mahasiswa menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah awal menuju gerakan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ketua DEMA IAI PDK Kampus Putih Indramayu menyampaikan bahwa mahasiswa berkomitmen melanjutkan gerakan ini hingga ke tahap advokasi langsung di lapangan.

“Kami akan mendampingi warga terdampak banjir, khususnya di Eretan. Pendampingan, pengumpulan data, hingga dorongan kebijakan akan kami lakukan agar suara masyarakat benar-benar menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, mahasiswa mendesak pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah konkret, terukur, dan berkeadilan dalam menangani persoalan banjir di Indramayu.

Mahasiswa juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu kebanjiran dan krisis pesisir bersama masyarakat hingga tercipta penanganan yang menyeluruh, adil, dan berkelanjutan. (Nurhaeni Mudi)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Yayasan Griya Aswaja Apresiasi Terbitnya Perbup Nomor 42 Tahun 2025: Tonggak Pengakuan Resmi Pesantren di Indramayu

Hukum

Usai Toni RM Turun Tangan, Pengaduan 10 Bulan Mandek di Polres Indramayu Akhirnya Jadi LP

Indramayu

Jejak Sunyi di Kaca Mobil: Kisah Penangkapan “Cudit”, Bayangan Gelap Pengincar Barang Berharga

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Turun ke Muara Tegalagung, Nelayan Karangampel Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Ekonomi

Bupati Indramayu Lucky Hakim Ajak Bank BJB Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

Indramayu

Tabrakan Maut di Tol Cipali KM 136, 3 Tewas dan 15 Luka-Luka

Indramayu

Propam Mendadak Periksa Ponsel Anggota Polres Indramayu

Indramayu

Pemkab Indramayu Instruksikan Pembentukan Panitia Pilwu, Batas Akhir 25 September 2025