Home / Indramayu / Peristiwa

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:17 WIB

Ketika Dedi Mulyadi Beri Solusi Banjir Rob Eretan: Instruksi Khusus untuk Bupati Lucky

Tangkapan layar : Percakapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim soal penanganan banjir rob di Eretan, Kandanghaur.

Tangkapan layar : Percakapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Bupati Indramayu Lucky Hakim soal penanganan banjir rob di Eretan, Kandanghaur.

Suaradermayu.com – Suara dering telepon pada Jumat (5/12/2025) itu menjadi awal percakapan serius antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu Lucky Hakim. Meski berada jauh dari wilayah pesisir, Dedi memastikan penanganan banjir rob di dua desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, tetap menjadi perhatian utamanya.

Baca Juga : Warga Eretan Wetan Indramayu Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Desak Solusi Permanen Banjir Rob

Dalam video yang beredar, ia memberikan instruksi langsung sekaligus solusi agar persoalan banjir yang datang berulang ini tidak terus menjadi rutinitas tahunan.

“Nah ini kan banjir terus-terusan. Saya enggak mau terus-terusan. Harus ditangani dengan baik dan tuntas. Kalau dua desa, Bupati yang nanganin,” tegas Dedi pada awal percakapan.

Rob yang Datang Lagi, Datang Lagi

Di seberang telepon, Bupati Indramayu Lucky Hakim menjelaskan kondisi riil di lapangan. Banjir bukan hanya akibat rob yang hampir selalu muncul tiap musim, tetapi kali ini diperparah debit air dari hilir sungai yang meluap bersamaan.

“Kalau rob sudah biasa tuh, datang lagi datang lagi. Nah ini ditambah debit dari hilir sungai,” ujar Lucky.

Baca juga  Polisi Gerebek Penjual Miras Berkedok Warung di Indramayu

Baca Juga : Tagih Janji Lucky Hakim, Warga Eretan Wetan Blokade Jalur Pantura: “Cukup Sudah Janji Tanpa Bukti!

Bagi warga Eretan, pola banjir seperti ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun ketika luapan sungai ikut bergabung, genangan meningkat hingga masuk ke rumah-rumah dan menutup akses jalan utama.

Pengerukan Sungai Tertahan Penolakan Warga

Lucky juga mengungkapkan bahwa upaya pengerukan sebenarnya sudah direncanakan. Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama BBWS dan kementerian terkait telah menyiapkan jalur kerja. Namun, persoalan sosial tak bisa dihindari: ratusan warga yang tinggal di bantaran sungai menolak relokasi.

“Ada rumah-rumah yang tinggal di bantaran sungai. Mereka enggak mau pindah,” ungkap Lucky.

Penolakan itu membuat pengerukan tak bisa dilakukan maksimal. Tanpa ruang kerja, alat berat sulit bergerak, dan sedimen sungai tetap menumpuk.

Baca Juga : Bupati Lucky dan Mensos RI Tinjau Kampung Nelayan Sejahtera: 93 Rumah Baru untuk Korban Banjir Rob!

Akses Jalan Milik Koperasi, Kendala Bertambah

Selain itu, ada satu lagi hambatan teknis. Salah satu jalan utama menuju permukiman warga ternyata berada di atas lahan milik sebuah koperasi. Jalan itu krusial sebagai jalur evakuasi dan distribusi bantuan, namun karena bukan milik pemerintah, proses penanganannya tidak dapat dilakukan begitu saja.

Baca juga  Heboh! Bupati Lucky Hakim Desak Komisi XII DPR RI Tuntaskan Masalah Migas di Indramayu

“Ada jalan akses ke rumah warga, tapi jalan itu milik koperasi,” kata Lucky.

Instruksi Dedi: Data 200 Rumah & Bantuan Rp10 Juta untuk Kontrak Tempat Tinggal

Mendengar laporan tersebut, Dedi langsung meminta pendataan cepat. Ia menekankan bahwa masyarakat bantaran sungai harus segera dipindahkan sementara agar proses normalisasi dan pengerukan bisa berjalan tanpa hambatan.

“Kirim datanya ke saya. Nanti saya kasih bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk kontrak rumah dulu,” ucapnya.

Baca Juga : Indramayu Bersatu Tolak Banjir Rob: Warga Eretan Wetan Gelar Aksi Massal

Bantuan kontrak rumah dinilai sebagai solusi jangka pendek yang efektif agar warga tidak harus bertahan di lokasi rawan banjir saat pengerukan dilakukan.

Untuk masalah lahan koperasi, Dedi turut memberikan arahan. Jika memungkinkan, ia meminta bupati berkoordinasi untuk meminjam pakai atau bahkan menghibahkan lahan tersebut kepada provinsi.
“Kalau itu dihibahkan ke saya, saya tinggikan dan rawat,” katanya.

Baca juga  Kades Karangsari Terekam Nyawer di Diskotek, Gubernur Jabar: Tindakan Tidak Pantas dan Langgar Etika

Di penghujung percakapan, Dedi memberikan pesan bernada tegas kepada semua pihak.

“Jadi jangan cerita-cerita, nangis-nangis, drama-drama bencana. Tapi ketika diberikan solusi, masyarakatnya susah luar biasa,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi simbol bahwa penanganan banjir tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal kesiapan masyarakat menerima solusi, kesiapan pemerintah menjalankan kebijakan, dan kesiapan semua pihak berkolaborasi.

Harapan Baru untuk Pesisir Eretan

Di dua desa Eretan yang kini masih berjibaku dengan genangan rob, harapan kembali tumbuh. Warga menunggu langkah konkret, sementara pemerintah pusat dan daerah kini memiliki landasan lebih jelas untuk bergerak.

Percakapan jarak jauh antara Gubernur Dedi dan Bupati Lucky bukan hanya soal laporan banjir, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan dan kemauan menuntaskan masalah lama yang terus berulang.

Jika instruksi itu dieksekusi dengan baik, Eretan mungkin saja sedang memasuki babak baru — babak di mana banjir rob bukan lagi tamu tahunan, tetapi sejarah yang perlahan ditinggalkan. (Moh. Ali)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Ratusan Pekerja Asal Indramayu Terlantar Tak Digaji di Sulawesi Tengah

Indramayu

Gangster Merajalela, Polisi Indramayu Amankan 10 Orang

Indramayu

Janazah TKW dari Hongkong Tiba di Indramayu

Indramayu

Pemkab Indramayu Janji Perbaiki Ruas Jalan Tegalurung-Balongan

Indramayu

Pemkab Indramayu Dukung Koperasi Merah Putih, Bupati Lucky Hakim: Saatnya Desa Bangkit Lewat Ekonomi Rakyat!

Indramayu

Patroli Mojang Lodaya, Sentuhan Lembut Polwan Indramayu Bangun Keamanan dengan Senyum dan Empati

Indramayu

Viral! Jalan Rusak Diperbaiki Warga Sukawera Secara Swadaya, Kuwu Justru Menyalahkan

Indramayu

Dugaan Korupsi Asrama Haji Indramayu, Wamenhaj RI Tindaklanjuti Temuan Proyek Mangkrak