Suaradermayu.com – Kondisi garis pantai di kawasan wisata Pantai Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, terus memprihatinkan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS Citarum) mencatat bahwa garis pantai di wilayah tersebut telah mundur hingga sekitar 200 meter dari posisi awalnya.
Fenomena ini bukan sekadar akibat gelombang laut, namun juga dipicu oleh pola angin musiman, aktivitas manusia, dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir utara Indramayu. Dampaknya, banjir rob semakin sering melanda pemukiman warga di sekitar Eretan Kulon dan Eretan Wetan.
“Kemunduran garis pantai disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Untuk mengatasinya, kami segera membangun pengaman pantai agar banjir rob tidak makin meluas,” ujar Kepala BBWS Citarum, Marasi Deon Joubert, di Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Pembangunan Pengaman Pantai Dimulai
Sebagai langkah konkret, BBWS Citarum telah memulai pembangunan pengaman pantai di wilayah Eretan Kulon sejak Oktober 2025.
Tahap pertama sepanjang 500 meter ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, dan akan dilanjutkan hingga ke wilayah Menir serta Kali Perawan dalam dua tahun ke depan.
“Pembangunan ini akan berjalan bertahap. Tahun ini kita fokus di Eretan Kulon, kemudian kita sambung ke Menir dan Kali Perawan agar kawasan pantai benar-benar terlindungi,” tambah Marasi.
Proyek strategis ini diproyeksikan selesai dalam tiga tahun dan diharapkan mampu mengendalikan pasang surut air laut yang selama ini menjadi ancaman utama bagi warga pesisir Indramayu.
Warga Sambut Haru dan Harapan
Kabar pembangunan pengaman pantai tersebut disambut haru oleh warga Eretan Kulon. Kepala Desa setempat, Sugi, menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya merasa terharu. Akhirnya ada perhatian nyata untuk masyarakat pantai yang selama ini waswas setiap kali air laut pasang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Kandanghaur, Rusyad Nurdin, yang menilai proyek ini sebagai bentuk nyata perlindungan bagi warga.
“Ini bukan hanya proyek fisik, tapi bentuk perlindungan terhadap kehidupan masyarakat pesisir agar lebih aman dan nyaman,” kata Rusyad.
Dukungan DPR RI untuk Kawasan Pesisir
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Daniel Mutaqien Syafiuddin, turut hadir dalam sosialisasi proyek tersebut. Ia berkomitmen untuk mengawal pembangunan hingga tuntas.
“Kami akan kawal setiap tahapnya. Tahun 2026 kita dorong lagi anggarannya, dan insyaallah 2027 bisa selesai sepenuhnya,” tegas Daniel.
Langkah Lanjutan dan Harapan Ke Depan
BBWS Citarum sebelumnya juga telah membangun struktur pengaman pantai sejak 2021, berupa kontruksi L-Shape di Eretan Kulon dan Wetan, serta tetrapod di Eretan Wetan.
Pembangunan lanjutan ini menjadi bagian dari program besar mitigasi bencana pesisir utara Jawa Barat, agar kawasan pantai tidak lagi menjadi langganan banjir rob.
Dengan selesainya proyek pengaman pantai ini, diharapkan Eretan kembali menjadi destinasi wisata bahari unggulan Indramayu, sekaligus zona aman bagi ribuan warga pesisir yang bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan.(Mashadi)

























