Home / Sorotan / Indramayu / Peristiwa

Minggu, 1 Februari 2026 - 23:32 WIB

Ledakan Petasan Terus Renggut Nyawa di Indramayu, LBH Ghazanfar Nilai Polisi Abai

Ketua LBH Ghazanfar Pahmi Alamsah

Ketua LBH Ghazanfar Pahmi Alamsah

Suaradermayu.com – Peristiwa ledakan petasan yang kembali terjadi di Kabupaten Indramayu dan menelan korban jiwa menambah daftar panjang insiden serupa yang berulang dari tahun ke tahun.

Tragedi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran publik terkait lemahnya upaya pencegahan terhadap aktivitas peracikan dan produksi petasan ilegal di lingkungan permukiman warga.

Baca Juga : Terulang Kembali! Ledakan Diduga Petasan Hanguskan Rumah di Telukagung Indramayu

Sorotan datang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar. Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, menilai penanganan aparat kepolisian selama ini masih bersifat reaktif dan belum sepenuhnya menyentuh aspek pencegahan secara menyeluruh.

“Ledakan petasan ini bukan kejadian baru. Jika peristiwa serupa terus berulang dan menelan korban jiwa, maka perlu ada evaluasi serius terhadap pola penanganannya,” ujar Pahmi kepada wartawan, Minggu (1/2/2026)

Baca Juga : Bupati Indramayu Jangan Lindungi Anak Buah, LBH Ghazanfar Bongkar Celah Korupsi Rp1,4 Miliar Dana PKBM

Kejadian Berulang, Pencegahan Dinilai Belum Optimal

Menurut Pahmi, pola ledakan petasan di Indramayu menunjukkan kecenderungan yang berulang. Namun, langkah aparat dinilai masih lebih banyak dilakukan setelah insiden terjadi, bukan sebelum potensi bahaya itu muncul.

Baca juga  Pemuda Subang Ditangkap Polisi di Indramayu dengan Barang Bukti Sabu-sabu

Ia menilai, pendekatan seperti ini perlu dikaji ulang agar fungsi pencegahan dapat berjalan lebih maksimal.

“Penanganan seharusnya tidak hanya muncul setelah kejadian. Upaya pencegahan perlu diperkuat agar risiko terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” katanya.

Pahmi menegaskan bahwa setiap korban jiwa akibat ledakan petasan merupakan kehilangan yang seharusnya bisa dihindari jika langkah antisipatif dilakukan secara konsisten.

Baca Juga : Polda Jabar Selidiki Kebakaran di Desa Lobener Lor, Rumah Diduga Jadi Tempat Produksi Petasan

“Ini menyangkut nyawa manusia. Kalau potensi bahaya sudah diketahui, maka pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Petasan Disebut Memiliki Risiko Hukum dan Keselamatan

LBH Ghazanfar mengingatkan bahwa petasan bukan sekadar persoalan ketertiban umum, tetapi memiliki risiko hukum dan keselamatan yang tinggi. Secara regulasi, petasan berkaitan dengan bahan yang bersifat mudah meledak dan berbahaya.

Baca juga  Polres Indramayu Sekat Perbatasan, Cegah Pelajar Ikut Aksi Buruh di Jakarta

Pahmi merujuk pada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mengatur larangan kepemilikan dan penguasaan bahan peledak tanpa izin.

“Aturan hukumnya sudah ada. Tinggal bagaimana implementasinya dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga : Kejari Indramayu Jangan Masuk Angin! Operator Bukan Penentu Pencairan, LBH Ghazanfar Bongkar Alur Korupsi Dana PKBM

Selain itu, praktik tersebut juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, karena berpotensi membahayakan warga sekitar.

Sorotan terhadap Peran Kepolisian

Dalam pandangan LBH Ghazanfar, aparat kepolisian memiliki peran strategis dalam mencegah terulangnya ledakan petasan. Namun, Pahmi menilai perlu adanya peningkatan langkah preventif agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun.

Ia juga menyoroti penanganan yang selama ini lebih banyak terlihat pada penertiban pengguna petasan, sementara aspek pengawasan terhadap potensi sumber bahaya perlu mendapat perhatian lebih.

Baca juga  Griya Aswaja Indramayu Rayakan Harlah ke-2, Dapat Dukungan dari Tokoh Nasional

Baca Juga : Ledakan Petasan di Indramayu Terus Berulang, Satu Orang Tewas di Lobener

“Penertiban di hilir memang penting, tetapi penguatan pengawasan di hulu juga tidak kalah krusial agar risiko bisa ditekan sejak awal,” kata Pahmi.

Dorongan Evaluasi dan Langkah Berkelanjutan

LBH Ghazanfar mendorong adanya evaluasi menyeluruh serta langkah-langkah berkelanjutan dari aparat kepolisian bersama pemerintah daerah untuk menekan risiko ledakan petasan.

Menurut Pahmi, transparansi langkah pencegahan juga penting agar masyarakat mengetahui upaya konkret yang dilakukan negara dalam melindungi keselamatan publik.

Baca Juga : Polres Indramayu Buru Pemilik Jutaan Petasan yang Dimusnahkan

“Kalau pencegahan dilakukan secara konsisten dan terbuka, potensi terulangnya kejadian serupa tentu bisa ditekan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pandangan dan masukan yang disampaikan LBH Ghazanfar mengenai penanganan aktivitas petasan di Indramayu. (Moh. Ali)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Jual Pil Koplo, Ibu Rumah Tangga di Indramayu Ditangkap Polisi

Indramayu

Kapolres Indramayu Cek Kesiapan Peralatan Operasi Mantap Brata Lodaya

Indramayu

LBH Ghazanfar Bongkar Konspirasi Jaksa & INAFIS Polres Rekayasa Hasil Sidik Jari Puslabfor Polri/INAFIS Polda

Indramayu

Viral Video Dugaan Transaksi Jabatan di Indramayu, Tim Transisi Lucky Hakim-Syaefudin Luruskan Fakta

Indramayu

RDTR Krangkeng Dipaparkan Bupati Lucky Hakim, Indramayu Siap Jadi Magnet Investasi Baru!

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Ngaku Tak Mandi Gara-gara Air PDAM Mati, LBH Ghazanfar: Dia Tinggal di Cirebon, Berkilah Tak Mau Disalahkan

Indramayu

Mangkir Panggilan Polisi, Makelar Proyek di Indramayu Diduga Seret Oknum DPC PDIP

Indramayu

Tangis Keluarga Pecah Saat Jaksa Ungkap Kronologi Kasus Pembunuhan Putri Apriyani