Home / Edukasi / Indramayu

Jumat, 24 Oktober 2025 - 01:37 WIB

Kejari Indramayu dan PCNU Gelar Jaksa Masuk Pesantren, Santri Dibekali Edukasi Hukum

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indramayu bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu melaksanakan kegiatan “Jaksa Masuk Pesantren”

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indramayu bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu melaksanakan kegiatan “Jaksa Masuk Pesantren”

Suaradermayu.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indramayu bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu melaksanakan kegiatan “Jaksa Masuk Pesantren” di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Senin (20/10/2025).

Program ini bertujuan memberikan penyuluhan hukum dan edukasi tentang kenakalan remaja, agar para santri memahami pentingnya menaati hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Santri Dibekali Pemahaman Hukum dan Bahaya Bullying

Kegiatan berlangsung interaktif. Para santri antusias mendengarkan pemaparan para jaksa tentang bahaya bullying, penyalahgunaan media sosial, hingga tindakan yang bisa berdampak hukum.

Baca juga  Jejak Bau Busuk Proyek Air Terjun Bojongsari Indramayu Terendus Kejaksaan, Sedot APBD Rp 94 Miliar

Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Dr. Muhammad Fadlan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional edukasi hukum masyarakat.

“Kami ingin para santri memahami hukum secara utuh. Santri harus menjadi pelopor ketertiban, disiplin, dan ketaatan pada aturan,” ungkapnya.

Fadlan menambahkan, Kejaksaan tidak hanya bertugas menuntut perkara pidana, tetapi juga berperan aktif dalam pencegahan dan pendidikan hukum di masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Baca juga  Selalu Merugikan Rakyat! Tata Kelola PDAM Indramayu Bobrok dan Bermasalah, Legislator Anggi Noviah Desak Diselidiki Tuntas

PCNU Indramayu: Santri Harus Jadi Pelopor Kesadaran Hukum

Sementara itu, Ketua PCNU Indramayu KH. Muhammad Mustofa atau yang akrab disapa Kang Mus, menyambut baik sinergi antara Kejari dan pesantren.

“Kesadaran hukum penting ditanamkan sejak dini. Santri perlu tahu mana tindakan yang bisa menimbulkan konsekuensi hukum, seperti kekerasan, perundungan, atau pelanggaran etika,” ujarnya.

Menurut Kang Mus, dengan memahami dasar hukum, para santri akan lebih siap menghadapi tantangan sosial di luar pesantren dan mampu berperan aktif sebagai generasi penegak keadilan sosial.

Baca juga  IRW Buka 23 Bukti Panas Dugaan Etik Anggi Noviah, Minta BK DPRD Indramayu Tak Tebang Pilih

Langkah Konkret Bangun Masyarakat Sadar Hukum

Program “Jaksa Masuk Pesantren” ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara penegak hukum dan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat yang cerdas hukum.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, yang mengusung nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air melalui pemahaman hukum yang benar.

Diharapkan, edukasi hukum di lingkungan pesantren dapat menjadi pondasi kuat dalam mencetak santri berkarakter dan berintegritas, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam menjaga ketertiban masyarakat. (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Motif Uang, Alvian Sinaga Habisi Putri Apriyani: Sidang Perdana Digelar di PN Indramayu

Indramayu

Pilkada Indramayu 2024! Hasil Quick Count Lucky Hakim-Syaefudin Menang Telak

Indramayu

Tuntutan Mati Jaksa Nyasar, LBH Ghazanfar Sebut Bukti CCTV & HP di Sidang Paoman Hanya “Sampah Liar”

Indramayu

Puluhan Warga Eretan Kulon Datangi Kantor Dinsos Indramayu, Tuntut Keadilan Relokasi

Edukasi

Pimpinan LPK Al Alif Indramayu Terlibat Sindikat Perdagangan Orang

Indramayu

Pemkab Indramayu Usung Visi REANG di RPJMD 2025-2029

Indramayu

Dugaan Malpraktik Persalinan di RSUD MA Sentot Indramayu Dilaporkan ke Polisi

Terpopuler

Bupati Indramayu Instruksi Musnahkan BB Miras Ilegal Rp 500 Juta Saat Ramadan, Plt. Kasatpol PP Justru Melepasnya