Suaradermayu.com – Puluhan warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu pada Senin (23/12/2024). Mereka menuntut kejelasan terkait data penerima bantuan relokasi program Kampung Nelayan Sejahtera.
Warsana, salah satu warga, menyatakan bahwa ia bersama 30 warga lainnya merasa dirugikan karena tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, meski rumah mereka rusak parah akibat banjir rob.
“Kami datang untuk menuntut keadilan. Banyak rumah warga yang rusak akibat rob, tetapi tidak masuk daftar penerima relokasi. Sebaliknya, ada rumah yang tidak terdampak justru mendapatkan bantuan,” ujar Warsana.
Ia menjelaskan bahwa di Blok Kebon I RT 02 RW 06, terdapat 28 rumah rusak parah akibat rob, namun sama sekali tidak mendapat bantuan. Situasi serupa terjadi pada 7 warga di RT 01 RW 01, 2 warga di RT 04 RW 01, dan 1 warga di RT 03 RW 02.
“Kami hanya meminta hak kami sebagai warga yang terdampak. Kalau rumah kami rusak karena rob, kenapa kami tidak mendapatkan relokasi?” tegasnya.
Warsana juga menuding adanya ketidakadilan dalam proses pendataan dan distribusi bantuan. Ia meminta agar pemerintah melakukan verifikasi ulang penerima bantuan relokasi untuk memastikan keadilan.
“Kami berharap semua data diverifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran dan adil,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga. Masyarakat berharap pemerintah segera merespons dan menyelesaikan persoalan ini dengan transparan dan adil.


























