Home / Indramayu / Kriminalitas

Senin, 18 Agustus 2025 - 00:22 WIB

Toni RM Soroti Kasus Bunuh Diri Siswa SMK NU Kaplongan Usai Dikeluarkan Sekolah

Advokat Toni RM

Advokat Toni RM

Suaradermayu.com – Praktisi hukum Toni RM menyoroti kasus tragis yang menimpa seorang siswa SMK NU Kaplongan, Kabupaten Indramayu, berinisial R (18). Remaja asal Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, itu ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri pada Sabtu sore (16/8/2025), setelah sebelumnya dikeluarkan dari sekolah pada Kamis (14/8/2025).

Baca juga : Toni RM Bongkar Misteri Kematian Putri Apriyani: Kenapa Bripda Alvian Melarikan Diri?

Ayah korban, BDJ, mengatakan anaknya mengalami depresi berat setelah menerima keputusan tersebut. “Anak saya ditemukan sudah tidak bernyawa karena gantung diri. Jenazah sudah kami makamkan. Dia sangat tertekan setelah dikeluarkan dari sekolah,” ucapnya penuh duka.

Baca juga  Mutasi di Polres Indramayu: Kasat Intelkam dan 8 Kapolsek Berganti

Kritik Praktisi Hukum

Menanggapi hal ini, Toni RM menilai keputusan pihak sekolah tidak tepat dan bisa berimplikasi hukum. Menurutnya, sebelum mengambil tindakan ekstrem, sekolah seharusnya mengedepankan pembinaan, peringatan, atau pemanggilan orang tua.

“Sekolah wajib membimbing, bukan langsung mengeluarkan. Keputusan itu fatal karena menimbulkan depresi hingga berakhir tragis. Pihak sekolah harus bertanggung jawab,” tegasnya, Minggu (17/8/2025).

Baca Juga : Maafkan Bapak, Nak;!Jeritan Hati Ayah R Pelajar yang Bunuh Diri Usai Dikeluarkan dari Sekolah di Indramayu

Toni menegaskan bahwa hak anak atas pendidikan dilindungi oleh Pasal 9 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menyebut setiap anak berhak memperoleh pendidikan sesuai minat dan bakatnya. Ia juga mengingatkan adanya potensi pelanggaran Pasal 345 KUHP, yang mengatur ancaman pidana hingga empat tahun bagi siapa pun yang mendorong orang lain untuk bunuh diri.

Baca juga  Keren! Kapolsek Kedokan Bunder Indramayu Turun Langsung Bersihkan Sungai Penuh Sampah

Dana Publik Dipertanyakan

Lebih jauh, Toni juga menyoroti jika SMK NU Kaplongan menerima bantuan dana dari pemerintah. “Kalau sekolah dibiayai dari APBN atau uang rakyat, seharusnya keputusannya lebih bijak. Bukan malah membuat siswa kehilangan masa depan hingga nyawa,” ujarnya.

Baca juga  Aksi Kemanusiaan dari Indramayu Bikin Haru Warga Gaza, Siapa di Baliknya?

Baca Juga : Tragedi Jasad Gosong di Kos Singajaya, Toni RM Desak Ungkap Tuntas Misteri Kematian Putri Apriyani

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMK NU Kaplongan terkait kematian siswanya. Suaradermayu.com masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk memperoleh penjelasan.

Pesan untuk Dunia Pendidikan

Toni berharap tragedi ini menjadi pembelajaran agar lembaga pendidikan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terhadap siswanya. “Semoga ini yang terakhir. Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan nyawa hanya karena keputusan yang semestinya bisa diselesaikan dengan cara bijak,” tutupnya.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Pusat Tabulasi Data Paslon Lucky Syaefudin Klaim Peroleh 602 Ribu Suara

Indramayu

Propam Polda Jabar Pecat Bripda Alvian, Toni RM : Tinggal Tunggu Pidananya

Indramayu

Haji Suwarjo Imbau Masyarakat Menjaga Persatuan Usai Pilkada Indramayu

Indramayu

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Indramayu: Santri Didorong Jadi Pelaku Peradaban Dunia

Indramayu

Diduga Hilangkan Mobil Siaga dan Mangkir Kerja, Kuwu Tersana Diberhentikan Sementara

Indramayu

Polres Indramayu Lakukan Pemeriksaan Senjata Api Dinas untuk Tingkatkan Disiplin

Indramayu

Tawuran di Persimpangan Jatibarang Indramayu Kian Meresahkan, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Indramayu

Polisi Simpulkan Jenazah Korban Budi dari CCTV: Hakim Tolak Kesimpulan, Perintahkan Jaksa Hadirkan Ahli Digital Forensik