Suaradermayu.com – Suasana hangat dan penuh gagasan mewarnai perhelatan detikcom Regional Summit 2025 yang digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada Senin (19/5/2025).
Acara ini mempertemukan sejumlah kepala daerah dari kawasan Rebana untuk membedah arah pembangunan dan potensi masing-masing wilayah. Salah satu sorotan penting datang dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang memaparkan kesiapan daerahnya dalam mendukung pertumbuhan industri, sembari menekankan pentingnya menjaga sektor pertanian.

Dalam forum bertajuk “Investasi dan Pengembangan Berkelanjutan di Jantung Jawa Barat”, Lucky menyebut bahwa Indramayu telah menyiapkan sekitar 14 ribu hektare lahan untuk mendukung pengembangan kawasan industri Rebana. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 ribu hektare telah digunakan, dan masih tersisa 10 ribu hektare lahan potensial.
“Indramayu menjadi salah satu titik penting dalam peta industri Jawa Barat. Potensi kami besar, baik dari sisi lahan maupun lokasi strategis,” ujar Lucky di hadapan para pejabat pusat dan kepala daerah lainnya.
Namun demikian, Lucky mengingatkan bahwa pembangunan kawasan industri harus dilakukan secara bijak dan terencana. Ia menyoroti perlunya sinkronisasi antara pengembangan industri dan ketahanan pangan di daerah.

“Kami tidak ingin sektor pertanian dikorbankan. Justru yang kami harapkan adalah bagaimana kawasan industri dapat tumbuh selaras dengan pertanian, termasuk dalam hal penyerapan hasil pertanian oleh sektor industri,” lanjutnya.
Menurutnya, harmonisasi antara dua sektor ini akan menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong pemerintah provinsi dan pusat agar berperan aktif dalam merancang strategi terpadu, terutama dalam hal pemanfaatan lahan dan perlindungan lingkungan.
Di kesempatan yang sama, Lucky juga menyoroti isu lingkungan, khususnya terkait proses pengurukan lahan yang berpotensi menyebabkan bencana jika tidak sesuai peruntukannya. Ia mengusulkan agar setiap daerah di kawasan Rebana berdiskusi bersama guna menemukan solusi terbaik.
“Kalau kita asal ambil tanah urukan, bisa-bisa kita bikin bencana. Kita harus pikirkan lokasi pengambilan material yang aman dan tidak merusak keseimbangan alam,” tegasnya.

Sebagai penutup, Lucky menegaskan kesiapan Indramayu dalam mendukung pengembangan SDM industri. Ia menyebut bahwa pelatihan tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) akan disinergikan langsung dengan kebutuhan industri.
“Insya Allah, tenaga kerja lokal siap. Pelatihan dan penguatan kompetensi akan terus kami dorong agar masyarakat Indramayu tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku utama di kawasan industri Rebana,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh penting nasional, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, serta perwakilan dari Kementerian Investasi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Selain Bupati Indramayu, enam kepala daerah lainnya dari kawasan Rebana juga turut memaparkan potensi dan tantangan pembangunan wilayah masing-masing.
























