Home / Terpopuler

Minggu, 5 Januari 2025 - 10:24 WIB

Pemerintah Masih Pertimbangkan Wacana Libur Sekolah Sebulan Saat Ramadhan 2025

Sekolah di Jalan Ir H Juanda Singajaya Indramayu terendam banjir, Senin (27/2/2023)

Sekolah di Jalan Ir H Juanda Singajaya Indramayu terendam banjir, Senin (27/2/2023)

Suaradermayu.com – Wacana libur sekolah selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan 2025 masih menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat. Sejumlah pihak mendukung gagasan ini, namun sebagian lainnya mempertanyakan urgensinya.

Hingga kini, pemerintah belum menetapkan kebijakan resmi terkait hal tersebut. Wakil Menteri Agama (Wamenag), H.R. Muhammad Syafi’i, mengonfirmasi adanya diskusi awal mengenai rencana ini. “Sudah ada wacana, tapi kami belum membahas secara mendalam,” ujarnya, Senin (30/12/2024).

Baca juga  Akad Nikah Kini Bisa Dilaksanakan di Luar KUA dan Jam Kerja

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan bahwa wacana ini sedang dalam tahap pertimbangan. “Di pondok pesantren, libur saat Ramadhan sudah menjadi tradisi. Namun, untuk sekolah umum dan madrasah, kami masih mendiskusikannya,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad Alaydrus, turut menyuarakan dukungannya. Ia menilai kebijakan ini dapat bermanfaat jika dirancang dengan baik.

“Libur Ramadhan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk fokus pada ibadah dan belajar agama,” ujar Habib Syarief, Jumat (3/1/2025). Namun, ia menekankan pentingnya format kegiatan yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan bagi orang tua dan sekolah.

Baca juga  Kemenag RI Usulkan Insentif Guru Honorer Madrasah Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan

Habib Syarief juga menyarankan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk merancang program seperti pesantren kilat.

“Sekolah dapat bekerja sama dengan masjid atau komunitas lokal untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang menarik dan mendidik,” tambahnya.

Baca juga  KPK Bongkar Skandal Jual Beli Kuota Haji di Kemenag, Harga Capai Rp300 Juta

Sebagai catatan, kebijakan serupa pernah diterapkan pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di mana siswa diliburkan sebulan penuh untuk fokus pada kegiatan keagamaan. Namun, kebijakan ini diubah pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi libur hanya di awal dan akhir Ramadhan.

Masyarakat kini menantikan keputusan resmi pemerintah terkait wacana ini. Pemerintah diharapkan dapat segera merumuskan kebijakan yang jelas agar sekolah dan madrasah dapat mempersiapkan diri dengan baik menjelang Ramadhan 2025.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kuwu Singajaya Khaerul Anam Siap Dikritik, Tolak Tekanan dan Ajak Warga Bangun Desa Bersama

Sorotan

BP3MI Jabar Janji Selesaikan Kasus PMI Depresi, Kuasa Hukum Nurlaela Pertanyakan Realisasinya

Terpopuler

Tak Ada Haji Furoda 2026, Pemerintah Bongkar Modus Penipuan Berkedok “Berangkat Tanpa Antre

Pendidikan

Kemenag RI Usulkan Insentif Guru Honorer Madrasah Naik Jadi Rp400 Ribu per Bulan

Indramayu

Lucky Hakim Heran Demo KOMPI Anarkis, Sebut KH Juhadi Bisa Hubungi Lewat WhatsApp

Edukasi

Toni RM: Ujaran YouTuber Resbob terhadap Viking dan Sunda Bisa Dijerat UU ITE

Terpopuler

Warga Terkejut! Atap Masjid Agung Indramayu Dibongkar, Ternyata Ini Penyebabnya

Terpopuler

Heboh! Mobil Mewah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Nunggak Pajak Puluhan Juta, Alasannya Bikin Geleng-Geleng