Suaradermayu.com – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli rumah yang menyeret nama Abdul Rafik alias Ganden semakin menjadi perhatian publik. Korban, Marpuah, warga Desa Singaraja, akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Indramayu setelah menunggu kejelasan selama 10 tahun.
Kronologi Dugaan Kasus: Tawaran Rumah di Desa Sukaurip
Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, yang mendampingi korban, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika Abdul Rafik alias Ganden diduga menawarkan sebuah rumah di perumahan Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, dengan harga Rp 120 juta. Pembayaran disepakati secara dicicil.
“Korban tertarik karena harga rumah dianggap wajar dan lokasinya strategis. Pelaku diduga meyakinkan korban bahwa rumah itu miliknya dan bersertifikat. Untuk meyakinkan, korban bahkan diberikan fotokopi sertifikat atas nama orang lain,” jelas Pahmi,
Karena korban awam dan mengenal pelaku yang berasal dari Desa Singaraja yang sama, Marpuah mempercayai penawaran tersebut.
Dugaan Uang Raib, Rumah Ternyata Milik Orang Lain
Marpuah memberikan uang secara bertahap hingga mencapai Rp 80 juta. Namun, saat akan melunasi sisa pembayaran, pelaku diduga berkilah dengan berbagai alasan.
Fakta mengejutkan terungkap ketika rumah yang dijanjikan ternyata ditempati oleh orang lain. Setelah didesak, pelaku diduga mengaku bahwa rumah tersebut bukan miliknya, melainkan milik orang lain, dan dirinya hanya teman dari pemilik rumah sebenarnya.
LBH Ghazanfar: Unsur Dugaan Penipuan dan Penggelapan Terpenuhi
Pahmi Alamsah menegaskan bahwa perbuatan pelaku mengandung unsur dugaan penipuan (Pasal 378 KUHP) dan dugaan penggelapan (Pasal 372 KUHP).
“Pelaku diduga menjual rumah yang bukan miliknya, menerima uang, dan selama 10 tahun tidak memberikan kejelasan. Unsur dugaan penipuan dan penggelapan sudah terpenuhi,” tegas Pahmi.
Penyelidikan Polisi: Bukti Diperiksa, Pelaku Diduga Mangkir
Penyidik Satreskrim Polres Indramayu telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan bukti kuitansi pembayaran. Namun, Abdul Rafik alias Ganden diduga mangkir dari panggilan penyidik.
“Sudah kami undang, tidak hadir, dan tidak memberikan keterangan apapun. Nanti kita gelar saja,” ujar salah satu penyidik Polres Indramayu.
LBH Ghazanfar Desak Penetapan Tersangka
LBH Ghazanfar mendesak polisi agar segera meningkatkan status perkara menjadi penyidikan.
“Jika bukti dan saksi sudah kuat, maka penegakan hukum harus dilanjutkan meski terlapor diduga mangkir,” tambah Pahmi.
“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang menjadi korban penipuan serupa.”tambahnya.
Tim Suaradermayu.com berupaya menghubungi Abdul Rafik alias Ganden untuk meminta klarifikasi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.

























