Suaradermayu.com – Pasangan Lucky Hakim dan Syaefudin unggul dalam perolehan suara sementara Pilkada serentak Kabupaten Indramayu 2024 berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count). Meskipun hasil resmi masih menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu, pasangan ini diprediksi akan memimpin Indramayu untuk periode 2025-2030.
Keunggulan pasangan yang diusung oleh koalisi NasDem, PKS, PBB, Hanura, Gelora, Partai Buruh, dan PKN ini menciptakan dinamika baru dalam peta politik daerah. Salah satu tokoh penting di balik kemenangan ini adalah Syaefudin, mantan Ketua DPRD Indramayu sekaligus kader Golkar.
Syaefudin menegaskan statusnya sebagai kader Golkar meskipun tidak maju melalui partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa dirinya hanya dicopot sebagai Ketua DPD Golkar Indramayu, tetapi tidak dipecat dari keanggotaan partai.
“Saya masih memegang KTA (Kartu Tanda Anggota). Saya tetap kader Golkar,”kata Syaefudin, Selasa (4/12/2024).
Menurut Syaefudin, keputusan untuk maju melalui kendaraan partai lain adalah langkah strategis. “Saya menggunakan NasDem dan PKS sebagai pengusung, tetapi itu tidak mengubah loyalitas saya terhadap Golkar,” katanya.
Setelah dilantik bersama Lucky Hakim, Syaefudin berencana melakukan rekonsiliasi dengan Partai Golkar demi menjaga sinergi politik di Indramayu.
“Hubungan saya dengan teman-teman di Golkar tetap baik. Setelah pelantikan, saya akan mengupayakan rekonsiliasi untuk membangun Indramayu yang lebih baik,” tambahnya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya positif untuk menyatukan kembali elemen politik yang sempat terpecah selama kontestasi Pilkada.
Pasangan Lucky Hakim-Syaefudin membawa visi baru bagi pembangunan Kabupaten Indramayu. Warga Indramayu berharap kepemimpinan baru ini dapat menghadirkan perubahan yang signifikan, mengedepankan kerja sama lintas partai, dan menjaga stabilitas politik daerah.

























