Home / Sorotan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:38 WIB

Suasana Memanas di Desa Manggungan: Warga Tuntut Transparansi, Kuwu Dain Siap Diaudit

Kolase foto : Aksi ratusan warga geruduk Balai Desa Manggungan, Indramayu dan Kuwu Desa Manggungan

Kolase foto : Aksi ratusan warga geruduk Balai Desa Manggungan, Indramayu dan Kuwu Desa Manggungan

Suaradermayu.com – Udara siang itu terasa panas. Matahari menembus awan tipis di atas Balai Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Namun teriknya hari tak menghalangi semangat ratusan warga yang berduyun-duyun datang, membawa poster dan pengeras suara.

Di balik wajah yang tegang dan suara yang lantang, ada satu pesan yang ingin mereka sampaikan: “Kami hanya ingin kejelasan, jangan tutupi dana desa kami.”

Itulah seruan yang menggema pada Selasa, 28 Oktober 2025 — hari yang mungkin akan diingat lama oleh warga Manggungan.

Berawal dari Rasa Ingin Tahu yang Tak Terjawab

Nata Ardiansyah (35), seorang warga yang dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat, menjadi salah satu koordinator aksi. Dengan pengeras suara di tangan, ia memimpin seruan agar Kepala Desa Manggungan membuka seluruh data keuangan desa.

“Awalnya kami tahu dari berita online. Ada dugaan penyimpangan dana desa. Kami gelisah, karena selama ini tidak pernah dijelaskan kepada warga,” ujar Nata dengan nada campuran antara marah dan kecewa.

Menurutnya, warga sudah lama mempertanyakan penggunaan dana desa, baik untuk pembangunan fisik maupun kegiatan BUMDes. Namun, setiap kali mereka menanyakan, jawaban yang didapat selalu “nanti akan dijelaskan”. Penjelasan itu tak kunjung datang.

Baca juga  Kejari Indramayu Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,8 Triliun Sepanjang 2024

Ketika Kepercayaan Mulai Retak

Seiring berjalannya waktu, kepercayaan warga terhadap pemerintah desa mulai memudar. Mereka tak tahu berapa besar dana yang masuk ke desa, untuk apa dipakai, dan siapa yang mengerjakan proyek pembangunan.

“Yang kita tahu cuma ada pembangunan, tapi papan informasinya tidak jelas. Kadang tulisannya sudah pudar, kadang malah tidak ada sama sekali,” keluh salah satu warga yang ikut berorasi.

Kecurigaan semakin kuat ketika beberapa warga menemukan informasi dari media daring yang menyinggung dugaan penyimpangan dana desa Manggungan tahun 2023 dan 2024. Berita itu membuat masyarakat menuntut penjelasan resmi

Dialog Panas di Balai Desa

Balai Desa Manggungan sore itu penuh sesak. Di satu sisi, warga berbaris sambil berteriak menuntut transparansi. Di sisi lain, Kepala Desa Dain berdiri di depan, mencoba menenangkan massa.

Suasana tegang, tapi tetap terkendali. Dain akhirnya berbicara menggunakan mikrofon, meminta warga untuk duduk bersama dan berdialog.

“Saya minta maaf kalau selama ini dianggap tidak terbuka. Tidak ada niat menyelewengkan dana desa. Mungkin ini hanya miskomunikasi,” katanya dengan suara pelan.

Baca juga  Jalan Kabupaten IR H Juanda Penuh Jebakan Maut, Motor Jatuh dan Sudah Ada Korban!

Beberapa warga tampak masih kesal, tapi sebagian lainnya mulai menurunkan nada emosinya. Dain menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya telah menempelkan spanduk informasi APBDes di halaman luar balai desa. Namun, spanduk itu rusak karena hujan dan angin, dan kini dipasang kembali di dalam aula.

“Kami akan buka semua datanya, supaya tidak ada kesalahpahaman,” tambahnya

Peran Kecamatan: Jalan Tengah untuk Keterbukaan

Pihak Kecamatan Terisi turut hadir menenangkan situasi. Camat Terisi menyatakan bahwa aspirasi warga harus dihormati, dan transparansi adalah hak publik. Ia juga berjanji akan menyurati Inspektorat Kabupaten Indramayu untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dana desa Manggungan.

Langkah itu disambut tepuk tangan warga yang merasa perjuangan mereka mulai mendapat perhatian.
“Kalau audit dilakukan, berarti kita tidak salah menuntut. Kami hanya ingin tahu kebenaran,” ujar Nata lega.

Dari Demonstrasi Menuju Dialog

Aksi yang dimulai dengan teriakan dan ketegangan akhirnya berujung dengan kesepakatan. Warga, pemerintah desa, dan kecamatan sepakat melakukan pengecekan bersama terhadap pembangunan desa. Mereka ingin memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga  1.534 Anak di Kedokanbunder Indramayu Sudah Punya KIA, Camat: Urusnya Kini Lebih Mudah

Tak ada bentrok, tak ada kekerasan. Hanya suara rakyat yang ingin didengar. Di penghujung aksi, warga membubarkan diri dengan tertib setelah Kepala Desa berjanji memperbaiki pola komunikasi dan menyusun laporan penggunaan dana secara terbuka.

Refleksi: Ketika Transparansi Menjadi Nafas Demokrasi Desa

Peristiwa di Desa Manggungan menjadi cermin kecil dari tantangan besar yang dihadapi banyak desa di Indonesia. Dana desa, yang semestinya menjadi instrumen pembangunan, sering kali menjadi sumber salah paham karena kurangnya transparansi.

Bagi warga Manggungan, demonstrasi hari itu bukan sekadar protes, melainkan seruan moral untuk kejujuran.

“Kalau semua dibuka, tidak akan ada demo seperti ini,” kata seorang ibu yang membawa anaknya menonton aksi dari jauh.

Kini, setelah janji dibuka dan audit akan dilakukan, harapan baru tumbuh di tengah masyarakat. Mereka berharap, dari peristiwa ini, lahir budaya baru di pemerintahan desa: terbuka, jujur, dan mau dikritik.

Dari terik siang di Manggungan, kita belajar satu hal: kepercayaan rakyat tidak datang dari janji, tapi dari keberanian untuk transparan. Aksi hari itu bukan sekadar suara protes, tapi panggilan nurani — bahwa uang desa adalah milik bersama, dan rakyat berhak tahu ke mana arah setiap rupiahnya. (Mashadi)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

KPK Bongkar “Pasar Jabatan” di Pati: Perangkat Desa Dipatok hingga Rp225 Juta, Bupati Jadi Tersangka

Sorotan

Ledakan Petasan Terus Renggut Nyawa di Indramayu, LBH Ghazanfar Nilai Polisi Abai

Terpopuler

VIRAL! DPRD Indramayu Desak Pemda Segera Perbaiki Jalan Rusak di Perbatasan Indramayu–Majalengka

Indramayu

IRW Sebut Tak Percaya BK DPRD Indramayu Objektif Tangani Dugaan Etik Anggi Noviah

Sorotan

Figur di Balik Layar Pemerintahan Indramayu, Siapa Salman yang Kerap Bawa Nama Bupati?

Terpopuler

Viral! Surat Permintaan THR Berkop Kelurahan Karangmalang Indramayu Jadi Bulan-bulanan Warganet

Indramayu

IRW Buka 23 Bukti Panas Dugaan Etik Anggi Noviah, Minta BK DPRD Indramayu Tak Tebang Pilih

Terpopuler

Roti Rp2.000 Jadi Rp3.000? MBG di SMPN 1 Lohbener Indramayu Jadi Sorotan, Transparansi Dipertanyakan