Suaradermayu.com – Jalan berlubang di sepanjang Jalur Pantura Indramayu semakin mengkhawatirkan dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen mengunggah kondisi lubang besar yang tersebar di jalur utama ini, terutama di Jembatan Sewo (perbatasan Indramayu-Subang) hingga wilayah Sukagumiwang (perbatasan Indramayu-Cirebon).
Diperkirakan ada ratusan titik jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indramayu telah melakukan survei dan mengidentifikasi kondisi jalan yang rusak di Jalur Pantura serta jalan nasional lainnya di Indramayu.
“Kemarin kita sudah cek, jumlahnya memang cukup banyak, diperkirakan sekitar seratusan,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Indramayu, Ipda Rahman, Kamis (13/2/2025).
Menurutnya, lubang yang ada memiliki ukuran bervariasi, beberapa bahkan mencapai diameter 40-50 cm dengan kedalaman 10 cm, yang dapat menyebabkan kecelakaan jika tidak diantisipasi oleh pengendara.
Kerusakan jalan ini diduga disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Indramayu dalam beberapa pekan terakhir. Air hujan merusak lapisan aspal, menyebabkan jalan berlubang semakin melebar.
Karena itu, Ipda Rahman mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di malam hari atau saat hujan turun.
Untuk mengatasi masalah ini, Satlantas Polres Indramayu telah melaporkan kondisi jalan berlubang di Jalur Pantura kepada pemerintah pusat, agar segera dilakukan perbaikan jalan nasional sebelum memicu kecelakaan yang lebih banyak.
“Upaya kami, pertama kami cek jalur yang berlubang, lalu kami ajukan permohonan agar segera diperbaiki,” tambah Rahman.
Masyarakat yang sering melintas di Jalur Pantura Indramayu diimbau untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta mencari jalur alternatif jika memungkinkan.
Dengan adanya laporan ini, diharapkan perbaikan segera dilakukan agar Jalur Pantura Indramayu kembali aman dan nyaman bagi para pengendara.
























