Home / Daerah

Kamis, 29 September 2022 - 16:31 WIB

Polres Bogor Tangkap Suhendra, Pria Viral yang Diduga Jual Bayi Bermodus Adopsi

Terduga pelaku penjualan bayi di media sosial, Suhendra (32) ditangkap polisi, Kamis (29/9/2022)

Terduga pelaku penjualan bayi di media sosial, Suhendra (32) ditangkap polisi, Kamis (29/9/2022)

Suaradermayu.com – Kepolisian Resor Bogor berhasil mengungkap praktik dugaan penjualan bayi yang dilakukan seorang pria bernama Suhendra (32). Pria yang sempat viral karena aksinya merawat bayi terlantar itu ditangkap di kediamannya di Perumahan Grand Viona, Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Suhendra ditengarai memanfaatkan citra “dermawan” di media sosial untuk menjalankan aksi ilegalnya. Dengan modus adopsi, ia diduga menjual puluhan bayi yang sebagian besar berasal dari ibu hamil tanpa suami.

“Modus pelaku adalah menjual bayi dengan alasan biaya persalinan caesar. Padahal persalinan tersebut sebenarnya ditanggung BPJS, tidak dipungut biaya,” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kamis (29/9/2022).

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diadukan ke Propam, Ancaman Pilwu Diduga Disepelekan hingga Berujung Penyerangan

Gunakan Nama “Ayah Sejuta Anak” di Media Sosial

Ibrahim menjelaskan, Suhendra menggunakan media sosial untuk mencari calon korban, khususnya para ibu hamil di luar nikah. Di dunia maya, ia dikenal dengan sebutan “Ayah Sejuta Anak” dan kerap menawarkan bantuan kepada perempuan yang tengah hamil tanpa pasangan.

“Tersangka mengumpulkan ibu-ibu hamil di luar nikah dengan dalih akan membantu proses persalinan. Setelah bayinya lahir, bayi tersebut dijual dengan dalih adopsi,” terangnya.

Bayi Dijual Rp 15 Juta, Polisi Amankan Barang Bukti

Bayi-bayi yang dilahirkan oleh para ibu tersebut kemudian ditawarkan kepada orang-orang yang ingin mengadopsi. Suhendra mematok harga sekitar Rp 15 juta per bayi dengan alasan biaya persalinan, padahal seluruh biaya persalinan menggunakan BPJS Kesehatan yang seharusnya gratis.

Baca juga  Kejati Jabar Mandul dan Impoten Tangani Pembobolan Rp139 Miliar BPR Karya Remaja Indramayu

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen rumah sakit terkait persalinan dan uang tunai senilai Rp 10 juta.

Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, Suhendra dijerat dengan Pasal 83 Jo Pasal 76F Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Baca juga  Dedi Mulyadi Kaget, PMI Indramayu Depresi 5 Tahun Tanpa Pengobatan Meski Sudah Dilaporkan ke BP3MI

“Tersangka terancam hukuman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda paling sedikit Rp 60 juta hingga paling banyak Rp 300 juta,” tegas Ibrahim.

Polisi Dalami Dugaan Jaringan Perdagangan Orang

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik penjualan bayi berkedok adopsi tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan melaporkan segala bentuk dugaan perdagangan anak atau tindak pidana sejenis kepada aparat penegak hukum.

 

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Disebut-sebut Otak Pembunuhan Satu Keluarga, Aman Yani Masih Tarik Dana Pensiun, KDM: Keberadaannya Gampang Dilacak

Daerah

Keren! Desa Ini Bagikan THR Rp 500 Ribu ke 1.446 Rumah, Rp 723 Juta Cair Jelang Lebaran

Daerah

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Sekolah Hanya Senin-Jumat, Masuk Pukul 06.00 Pagi

Daerah

KPK Bongkar Pemerasan THR di Pemkab Cilacap, Bupati dan Sekda Jadi Tersangka

Daerah

Tiga Petinggi Bank BPR Karya Remaja Indramayu Ditahan, Terlibat Dugaan Korupsi Rp 139 Miliar!
Pengacara ternama Toni RM dampingi klien mengawal Laporan dugaan Penggelapan Rp5,6 M di LPK Himawari, di Polda Jatim

Daerah

Toni RM Kawal Laporan Penggelapan Rp5,6 M di LPK Himawari, Polda Jatim Bakal Naikkan Tahap Penyidikan

Daerah

Dedi Mulyadi Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Tata Ruang, Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir

Daerah

Baru Sadar Darurat Begal? Polres Indramayu Bentuk URC, LBH Ghazanfar: Selama Ini Aparat Ngapain Saja?