Suaradermayu.com – Kepindahan mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai menemukan titik terang. PDIP Kabupaten Indramayu mengungkap bahwa sinyal hengkangnya Nina sebenarnya sudah terasa sejak kekalahan pada Pilkada 2024.
Baca Juga : PDIP Indramayu Akui Kantor Numpang di Aset Pemkab, Publik Pertanyakan Legalitas
Ketua DPC PDIP Indramayu, Sirojudin, mengaku pihaknya justru mengetahui kabar rencana perpindahan Nina ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari pemberitaan media. Hingga kini, belum ada komunikasi resmi dari yang bersangkutan kepada pengurus partai di daerah.
“Kami tahunya dari media. Sampai sekarang belum ada komunikasi resmi kepada DPC PDI Perjuangan Indramayu,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Meski sempat terkejut, Sirojudin menyebut tanda-tanda keinginan pindah partai sudah muncul setelah kekalahan pada Pilkada Indramayu 2024. Namun saat itu, Nina belum mengungkapkan secara spesifik partai tujuan.
“Memang pernah ada sinyal ingin pindah setelah kalah Pilkada 2024, walaupun tidak menyebutkan akan ke partai mana,” ungkapnya.
Baca Juga : PDIP Indramayu Tolak Kosongkan Kantor: SK Bupati Berlaku Sah Hingga 2027
Ia menegaskan, perpindahan kader merupakan hal lumrah dalam dinamika politik. Menurutnya, setiap politisi memiliki hak menentukan arah perjuangannya masing-masing.
“Dalam politik, perpindahan seperti ini adalah bagian dari dinamika yang biasa terjadi,” katanya.
Terkait kekhawatiran berkurangnya dukungan, Sirojudin memastikan PDIP Indramayu tetap solid. Struktur partai disebut telah mengakar hingga tingkat bawah dengan sekitar 6.000 pengurus dan kader aktif.
“Ini tidak akan memengaruhi basis massa kami. Struktur kami solid,” tegasnya.
Saat ini, PDIP Indramayu memilih fokus pada konsolidasi internal menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Sementara itu, rencana perpindahan Nina ke PSI semakin menguat setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo pada Rabu (25/2/2026). Pertemuan tersebut disebut sebagai langkah meminta restu sebelum menentukan arah politik.
Baca Juga : Sidang Dugaan Etik DPRD Indramayu Besok, IRW Sebut PDIP Tak Bisa Netral: Ketua BK dan Anggi Satu Partai
Menanggapi isu tersebut, Nina tidak secara tegas membenarkan maupun membantah. Ia hanya meminta doa terbaik atas langkah politik yang akan diambilnya.
“Bismillah, doakan saja yang terbaik,” ujarnya singkat.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungannya ke kediaman Jokowi merupakan silaturahmi, mengingat kedekatan yang telah terjalin sejak Presiden beberapa kali berkunjung ke Indramayu saat panen raya.
Baca Juga : Bupati Indramayu, Nina Agustina, Pamit di Akhir Masa Jabatan: “Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan”
Jika perpindahan ini benar terjadi, langkah Nina Agustina diperkirakan akan menambah dinamika baru dan berpotensi mengguncang peta politik Indramayu menjelang kontestasi politik mendatang. (Mashadi)























