Home / Daerah / Pendidikan

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:52 WIB

Pemprov Jabar Setop BPMU, Sekolah Swasta Tak Terima Bantuan Lagi Mulai 2026

Ilustrasi Siswa SMA

Ilustrasi Siswa SMA

Suaradermayu.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menghentikan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi sekolah swasta mulai tahun 2026. Kebijakan ini membuat SMA/SMK swasta di Jawa Barat tidak lagi menerima bantuan anggaran dari pemerintah provinsi.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, usai rapat bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada sekolah swasta pada tahun 2026, dengan berat hati saya sampaikan, itu nol rupiah,” ujar Maulana, Rabu (28/1/2026), dikutip dari akun Instagram pribadinya, @kangmaulanayusuf.

Maulana menjelaskan, selama ini sekolah swasta di Jawa Barat menerima bantuan melalui program BPMU. Program tersebut sempat direncanakan akan dialihkan menjadi beasiswa personal bagi siswa maupun beasiswa operasional sekolah, namun pada pelaksanaannya di tahun anggaran 2026 tidak lagi dianggarkan.

Baca juga  Dirut PDAM Tirta Darma Ayu Ucapkan Selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

“Faktanya, di tahun 2026 bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk sekolah swasta menjadi nol rupiah,” tegasnya.

Anggaran Dialihkan ke Beasiswa Siswa Tidak Mampu

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, mengatakan Pemprov Jabar kini lebih memfokuskan anggaran pendidikan pada beasiswa bagi siswa tidak mampu.

“Waktu itu kita sepakati, penggantinya adalah beasiswa bagi siswa miskin. Anggarannya Rp218 miliar itu beasiswa operasional,” kata Untung.

Beasiswa tersebut ditujukan bagi siswa dari kelompok ekonomi desil satu sampai empat, dengan besaran Rp600 ribu per siswa per tahun.

Baca juga  Tak Punya Kaki Usai Kecelakaan, Pria di Indramayu Ini Mendadak Didatangi Polisi Bawa Ranjang dan Sembako!

“Namun itu beasiswa operasional, bukan lagi bantuan langsung ke sekolah seperti BPMU,” jelasnya.

Dari Rp600 Miliar Turun Jadi Rp218 Miliar

Untung mengakui, penghapusan BPMU dan pengalihan ke skema beasiswa berdampak pada penurunan signifikan alokasi anggaran.

“Sebelumnya BPMU anggarannya sekitar Rp600 miliar. Sekarang hanya Rp218 miliar. Konsekuensinya bukan hanya perubahan nama, tapi juga pengurangan alokasi karena kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Selain itu, hingga saat ini anggaran Rp218 miliar untuk beasiswa siswa tidak mampu belum memiliki kepastian, apakah akan masuk dalam APBD murni 2026 atau baru dianggarkan pada APBD perubahan.

“Versi Dinas Pendidikan kemungkinan di perubahan, tapi versi Bappeda masih di anggaran murni. Karena itu kami minta penjelasan yang lebih sahih,” ujarnya.

Baca juga  Maafkan Bapak, Nak…!Jeritan Hati Ayah R Pelajar yang Bunuh Diri Usai Dikeluarkan dari Sekolah di Indramayu

Komisi V Akan Panggil Disdik dan Bappeda

Untung menambahkan, Komisi V DPRD Jabar akan kembali mengundang Dinas Pendidikan dan Bappeda untuk memperoleh kejelasan menyeluruh terkait program beasiswa tersebut.

“Kami belum menerima informasi secara utuh dari pucuk pimpinan masing-masing. Setelah kunjungan kerja ini, kami akan mengundang kembali Disdik dan Bappeda,” katanya.

Tak hanya itu, Komisi V juga menegaskan akan memperjuangkan agar BPMU dapat kembali dianggarkan di tahun berikutnya.

“Ke depan, kami akan mendorong reaktivasi BPMU. Itu perlu karena sebagian besar sekolah swasta kondisinya tidak stabil dari sisi keuangan. Maka kami akan dorong di tahun depan,” tandasnya. (Faisal)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Jabar Telusuri Konten Resbob yang Dinilai Menyinggung Warga Sunda dan Viking Persib

Daerah

Dedi Mulyadi Bantu Bocah SD Indramayu yang Digugat Kakek-Nenek Kandung

Daerah

Viral Guru Ngaji Lawan Pengedar Narkoba, Rumah Dilempari Usai Bongkar Transaksi di Dekat Tahfidz

Indramayu

Satpol PP Indramayu Amankan Puluhan Pelajar saat Pesta Miras dan Aktivitas Judi Online di Kolong Jembatan Cimanuk

Daerah

Dedi Mulyadi Jadi Bingung Usai Bertemu Pemilik Pajero Hitam Plat KT: Aman Yani Ada atau Hilang?

Daerah

Advokat Toni RM Raih Penghargaan Tokoh Advokat Muda Inspiratif dari IJTI Cirebon Raya

Pendidikan

Di Balik Pembelian LKS di Sekolah Ada Pungli: Paksaan Halus yang Membuat Orang Tua Bayar yang Sebenarnya Gratis

Daerah

RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura