Home / Indramayu / Ekonomi

Kamis, 22 September 2022 - 07:17 WIB

Nelayan Indramayu Keluhkan Sulitnya Solar Subsidi, Teten Masduki Janji Bangun SPBU Nelayan

Suaradermayu.com – Sejumlah nelayan di Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama dalam melaut. Keluhan itu disampaikan langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, saat berkunjung ke Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Rabu (21/9/2022).

Ketua Koperasi Produsen Wana Pantai Tiris, Carikam, mewakili para nelayan menyampaikan keluh kesah mereka. Menurutnya, kebutuhan akan solar bersubsidi sangat mendesak, tidak hanya untuk perahu nelayan tangkap, tetapi juga untuk budidaya dan perahu wisata.

“Anggota kami banyak yang sangat membutuhkan solar bersubsidi, misalnya untuk pompa air dan perahu,” kata Carikam di hadapan Teten Masduki.

Baca juga  “Sat Set” Tanpa Drama! Dedi Mulyadi Turun Langsung Hentikan Penyapu Koin di Indramayu

Ratusan Perahu Butuh Solar Bersubsidi

Carikam mengungkapkan, koperasi yang dipimpinnya memiliki sekitar 100 unit perahu hanya di Kecamatan Cantigi saja. Jika ditambah dengan nelayan dari 13 kecamatan lainnya, jumlah perahu yang membutuhkan solar bersubsidi jauh lebih banyak.

“Anggota kami tersebar di 13 kecamatan, dan hampir semuanya membutuhkan solar bersubsidi,” jelasnya.

Selain perahu tangkap dan budidaya, banyak anggota koperasi yang juga menjalankan usaha perahu pariwisata. Namun, kesulitan akses terhadap solar subsidi menjadi hambatan utama aktivitas mereka.

SPBU Nelayan Jadi Harapan

Carikam berharap pemerintah dapat mewujudkan pembangunan SPBU Nelayan (SPBUN) di wilayah mereka, khususnya di Majakerta dan sekitarnya. Selama ini, para nelayan harus rela mengantri hingga 2-3 hari hanya untuk mendapatkan solar.

Baca juga  Rumah dan 22 Kambing di Lelea Indramayu Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

“Kami sangat membutuhkan SPBU Nelayan agar mudah mendapatkan solar bersubsidi tanpa harus antri berhari-hari,” tegasnya.

Teten Masduki: Kami Akan Bangun SPBU Nelayan

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Teten Masduki berjanji akan membangun SPBU Nelayan di Indramayu. Fasilitas ini nantinya menjadi sarana resmi penyaluran solar bersubsidi bagi koperasi nelayan.

“Satu SPBU Nelayan cukup melayani sekitar 400 kapal atau perahu. Nanti kita bangun agar nelayan bisa mudah mendapatkan solar dengan harga Rp 6.800 per liter, sama seperti di SPBU,” jelas Teten.

Baca juga  DPRD Indramayu Bongkar Kejanggalan Seleksi Dewan Pengawas PDAM: Dugaan Pelanggaran Prosedur Mencuat

Ia menegaskan, solar bersubsidi hanya diperuntukkan bagi perahu di bawah 10 Gross Ton (GT) yang terdaftar sebagai anggota koperasi. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, para nelayan nantinya akan mendapatkan barcode khusus saat membeli solar.

“Koperasi wajib mendata jumlah nelayan dan perahu agar terkoneksi dengan sistem Pertamina. Kalau nelayan butuh 10 liter per hari, dalam sebulan bisa dapat 300 liter solar subsidi,” terang Teten.

Pihaknya juga berkomitmen memberikan bimbingan dan pendampingan agar koperasi nelayan dapat dikelola lebih profesional. Melalui program Solusi Nelayan, Teten berharap beban biaya produksi para nelayan yang 60 persen dihabiskan untuk membeli bahan bakar dapat ditekan.

Share :

Baca Juga

Indramayu

SMSI Indramayu Apresiasi Pelantikan Lucky Hakim dan Syaefudin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

Sorotan

Kisah Nurlaela, PMI Indramayu Depresi Kerja 3 Tahun Tanpa Digaji di Taiwan

Indramayu

10 Pengedar Narkoba Diciduk di Indramayu, Satu Diantaranya Jaringan Sumatera

Indramayu

Juni-Agustus 2023 Polres Indramayu Tangkap 33 Tersangka Narkoba

Indramayu

Mahasiswa Desak Kejati Jabar Usut Dugaan Keterlibatan Pemodal Utama dalam Kasus Dugaan Korupsi BPR Karya Remaja

Indramayu

Tim Transisi Pemerintahan Lucky Hakim-Syaefudin Mulai Bekerja

Hukum

LBH Ghazanfar: Pusaran Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah dan Transportasi Rp 18 Miliar, Bisa Seret Anggota Badan Anggaran DPRD Indramayu

Indramayu

Polres Indramayu Segarkan Struktur, Wakapolres & Kapolsek Gabuswetan Resmi Berganti