Home / Terpopuler / Hukum / Sorotan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:01 WIB

Kejati Jabar Ungkap Rp3 Miliar Titipan Jadi Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi BPR Karya Remaja

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya memberikan keterangan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi BPR Karya Remaja Indramayu, didepan Kantor Kejati Jabar, Kamis (8/1/2025)

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya memberikan keterangan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi BPR Karya Remaja Indramayu, didepan Kantor Kejati Jabar, Kamis (8/1/2025)

Suaradermayu.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja (BPR KR) Indramayu terus bergulir dan memasuki babak krusial. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat mengungkapkan bahwa uang titipan senilai kurang lebih Rp3 miliar kini resmi ditetapkan sebagai barang bukti dalam perkara tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Barat, Nur Sricahyawijaya, menjelaskan bahwa uang miliaran rupiah itu tidak diserahkan sekaligus, melainkan dititipkan secara bertahap dengan nominal dan waktu yang berbeda-beda hingga totalnya mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Uang yang dititipkan ke kejaksaan itu bervariasi dengan tanggal (waktu) yang begitu banyak, sehingga mencapai Rp3 miliar. Untuk detailnya ada di teman-teman penyidik,” ujar Nur Sricahyawijaya, Kamis (8/1/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh uang tersebut telah ditetapkan secara sah sebagai barang bukti dalam penanganan perkara dugaan korupsi BPR KR Indramayu.

Disimpan di Rekening Resmi Kejati

Nur Sricahyawijaya menambahkan, dana tersebut dititipkan di Rekening Penitipan Lainnya (RPL) Kejati Jawa Barat, yang penetapannya dilakukan melalui keputusan Kementerian Keuangan. Dengan demikian, keberadaan uang tersebut berada dalam pengawasan resmi negara dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan apa pun di luar proses hukum.

Baca juga  Banjir Rob di Indramayu Mulai Surut, BPBD Salurkan Bantuan untuk Warga

“Uang tersebut merupakan barang bukti penanganan perkara. Nantinya, sesuai dengan keputusan hakim, uang itu akan diserahkan ke negara,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses penyidikan, bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jabar selalu berkoordinasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terkait penempatan dana tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa mekanisme hukum perkara tindak pidana korupsi berbeda dengan mekanisme simpan pinjam perbankan yang menjadi ranah LPS.

“Ke depannya, sesuai putusan pengadilan, uang barang bukti itu akan diserahkan ke negara. Negara kemudian menyerahkannya ke LPS. Kalau langsung ke LPS, itu ranahnya berbeda,” jelasnya.

Peran Helmi dan 15 Orang Lain Masih Didalami

Di tengah perkembangan penyidikan tersebut, nama Helmi kembali mencuat ke publik. Kejati Jawa Barat mengakui bahwa penyidik tengah mendalami peran Helmi bersama 15 orang lainnya yang diduga terkait dalam perkara korupsi BPR KR Indramayu.

Baca juga  Geger! Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Utama Polres Indramayu Dimutasi Serentak, Ini Daftarnya!

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas desakan massa aksi yang meminta agar Helmi segera ditetapkan sebagai tersangka. Dalam aksi tersebut, Helmi bahkan disebut-sebut tidak hanya terlibat dalam kasus korupsi, tetapi juga diduga melakukan upaya suap terhadap oknum jaksa.

Namun demikian, Kejati Jabar menegaskan bahwa penetapan tersangka tidak bisa dilakukan secara serampangan.

“Perannya bukan hanya Helmi, tetapi ada 15 orang lainnya. Hasil dari peran mereka masing-masing itu tergantung pada hasil penyidikan,” kata Nur Sricahyawijaya.

“Kami tidak bisa serta-merta menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa terpenuhinya dua alat bukti yang sah secara hukum,” imbuhnya.

Publik Menanti Ketegasan Penegak Hukum

Dengan Rp3 miliar telah dikunci sebagai barang bukti dan 16 orang masuk dalam radar penyidikan, publik kini menaruh perhatian besar pada langkah lanjutan Kejati Jawa Barat.

Baca juga  Bongkar Korupsi! Kejari Indramayu Kembalikan Rp2,6 Miliar ke Kas Negara, Ini Sumber Uangnya

Kasus dugaan korupsi BPR Karya Remaja Indramayu ini dipandang sebagai ujian transparansi dan ketegasan penegakan hukum, sekaligus menjadi penentu apakah semua pihak yang terlibat benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai hukum yang berlaku. (Tim Redaksi)

Artikel Terkait :

Korupsi Ratusan Miliar BPR Karya Remaja: Kejati Jabar Sedang Usut Keterlibatan Puluhan Orang

LPS Bongkar Dugaan Korupsi Rp139 Miliar di BPR Karya Remaja, Benarkah Dana Mengalir ke Lingkaran Pendopo?

Ini Aktor Dibalik Runtuhnya BPR Karya Remaja Indramayu, Ratusan Miliar Dirampok

Viral! Spanduk Tuding Bupati Lucky Lindungi Helmi Soal Kredit Fiktif Rp25 Miliar BPR Karya Remaja

Tiga Petinggi Bank BPR Karya Remaja Indramayu Ditahan, Terlibat Dugaan Korupsi Rp 139 Miliar!

Anggota DPRD Indramayu Diduga Terlibat Kredit Macet BPR Karya Remaja

Daftar Pengemplang Kredit Macet BPR Karya Remaja, Ada Anggota DPRD Masuk Daftar

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Ade Syaekudin Sampaikan Harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Optimalisasi SDM dan Sinergitas

Daerah

BNSP Dorong Pemkab Indramayu Perluas Sertifikasi Pekerja Migas, SDM Lokal Harus Tersertifikasi dan Berdaya Saing

Terpopuler

Motif Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terungkap, 4 Prajurit TNI Diduga Dendam Pribadi

Hukum

Komisi Reformasi Polri: Publik Desak Polisi Independen dan Bebas Intervensi Politik

Terpopuler

Aset Desa Singajaya Indramayu Raib! Diduga Dikuasai Perangkat Lama, Kades Anam Tak Berdaya

Terpopuler

Toni RM Dampingi Klien di Idul Adha, Bongkar Dugaan Rekayasa Bukti Narkoba

Terpopuler

Warga Terkejut! Atap Masjid Agung Indramayu Dibongkar, Ternyata Ini Penyebabnya

Terpopuler

Wow! Penyapu Koin di Jembatan Sewo Akan Dihapus, Pemkab Indramayu Siapkan Pekerjaan Baru yang Tak Terduga!