Suaradermayu.com – Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Setiap hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, kawasan perkotaan Indramayu kerap tergenang air, bahkan meluas ke permukiman warga dan jalan protokol.
Baca Juga : Banjir Indramayu: Tata Ruang Amburadul & Kegagalan Kepemimpinan Bupati Lucky Hakim
Indramayu Dikepung Banjir, Lucky Hakim Perintahkan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Dibongkar
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkapkan, Pemkab telah melakukan kajian menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun. Hasil kajian tersebut menunjukkan kondisi drainase yang tidak optimal serta pendangkalan sungai menjadi faktor utama terjadinya banjir.
Selain itu, aliran sungai di sejumlah titik juga mengalami penyumbatan akibat sedimentasi, tumpukan sampah, hingga masifnya pertumbuhan eceng gondok. Kondisi ini membuat air yang seharusnya mengalir ke muara justru tertahan dan meluap ke kawasan perkotaan.
“Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan semakin memperburuk banjir di Indramayu,” kata Lucky Hakim saat memaparkan hasil kajian Pemkab, Senin (2/2/2026).
Sebagai langkah penanganan, Lucky Hakim memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan normalisasi sungai. Normalisasi tersebut akan dilakukan melalui pengerukan sedimentasi hingga mencapai kedalaman minimal sekitar 2,5 meter, agar alur air kembali lancar saat hujan turun.
Baca Juga : Mahasiswa Soroti Banjir Indramayu: Tata Kelola dan Perencanaan Wilayah Dinilai Bermasalah
Banjir Indramayu, Bupati Lucky Hakim Tinjau Lapangan dan Evaluasi Penanganan
Menurut Lucky, perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai ini menjadi solusi mendesak, mengingat banjir telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Pemkab pun menargetkan pengerjaan normalisasi rampung paling lama dalam waktu tiga bulan.
“Kalau drainase dan alur sungai lancar, air dari kota bisa langsung mengalir ke muara. Ini yang sedang kita benahi,” jelasnya.
Pemkab Indramayu juga telah memberikan imbauan secara humanis kepada pemilik bangunan yang berdiri di sekitar sempadan sungai agar bersedia pindah secara sukarela. Keberadaan bangunan tersebut dinilai turut mempersempit aliran air dan memperparah risiko banjir.
Baca Juga : Banjir Kepung Permukiman, Warga Indramayu Ramai-ramai Mengungsi
Lucky turut menyoroti adanya titik penghambatan aliran air menuju muara, salah satunya di kawasan Jalan Pembangunan Indramayu. Di lokasi itu, aliran sungai tersendat akibat longsoran bibir sungai, tumpukan sampah, serta eceng gondok yang menutupi permukaan air.
“Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Kalau alur airnya lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Artinya, saluran ini memang perlu dinormalisasi,” tegas Lucky.
Baca Juga : Keren! Kapolsek Kedokan Bunder Indramayu Turun Langsung Bersihkan Sungai Penuh Sampah
Secara geografis, Kabupaten Indramayu yang berada di wilayah pesisir utara Jawa Barat memang rentan mengalami banjir, baik akibat curah hujan lokal maupun kiriman air dari wilayah hulu. Oleh karena itu, pembenahan drainase dan sungai dinilai menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan banjir tahunan di Indramayu. (Mashadi)

























