Home / Indramayu / Kesehatan / Sorotan

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:30 WIB

Layanan Kesehatan Gratis di Indramayu Terancam Berhenti, DPRD Dorong Pemkab Cari Solusi

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi

Suaradermayu.com — Kelanjutan program layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Indramayu melalui skema Universal Health Coverage (UHC) kini berada di titik krusial. Nasib program yang selama ini menjadi penopang akses layanan kesehatan warga itu diperkirakan akan ditentukan dalam waktu dekat, tepatnya sepanjang Maret 2026.

Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, pembahasan mengenai keberlanjutan program tersebut menjadi perhatian serius. Pasalnya, untuk mempertahankan status UHC, pemerintah daerah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi, mengatakan saat ini program UHC berada dalam fase penentuan. Keputusan apakah layanan kesehatan gratis itu akan berlanjut atau tidak pada tahun 2026 sangat bergantung pada langkah yang diambil pemerintah daerah dalam waktu satu bulan ke depan.

Baca juga  Mensos Gus Ipul Resmikan 93 Rumah Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu untuk Korban Banjir Rob

“Program UHC di Indramayu saat ini berada di persimpangan. Dalam bulan Maret ini akan terlihat apakah program tersebut bisa dilanjutkan atau tidak untuk tahun 2026,” ujar Imron, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, untuk mempertahankan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, pemerintah daerah setidaknya harus menyiapkan anggaran sekitar Rp178 miliar.

Besarnya kebutuhan anggaran tersebut membuat DPRD mendorong munculnya sejumlah skema alternatif agar program tetap berjalan tanpa terlalu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu opsi yang diusulkan adalah melibatkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG). Dalam skema tersebut, seluruh karyawan dapur MBG didorong untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, namun pembayaran premi tidak dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Jika ada peserta BPJS baru dari pekerja dapur SPPG dan preminya dibayar oleh pemilik dapur, tentu itu bisa membantu mengurangi beban APBD,” kata Imron.

Baca juga  Dana Pusat Dipangkas Rp 240 Miliar, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Indramayu Tetap Lanjutkan Pembangunan

Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mereaktivasi sekitar 84.000 warga yang sebelumnya tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) namun kini kepesertaannya tidak aktif.

Jika kepesertaan mereka kembali aktif, maka premi BPJS bagi warga tersebut dapat ditanggung oleh pemerintah pusat sehingga tidak membebani anggaran daerah.

Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta juga dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan program ini. Perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS didorong untuk segera memenuhi kewajiban tersebut.

Tak hanya itu, rumah sakit yang memiliki kondisi finansial stabil juga diharapkan dapat memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembayaran premi BPJS bagi masyarakat kurang mampu.

Baca juga  Harus Sekarat Baru Dilayani? Pasien BPJS PBI Kesakitan Hebat Dipulangkan dari UGD RSUD Indramayu Tanpa Obat

Dalam pembahasan tersebut, DPRD juga menilai penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bukan solusi yang tepat untuk menggantikan skema UHC. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Indramayu telah terdaftar sebagai peserta BPJS.

Secara regulasi, SKTM tidak berlaku bagi pemegang kartu BPJS, baik yang masih aktif maupun yang memiliki tunggakan iuran.

“Jaminan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Karena itu program UHC di Indramayu harus tetap ada dan tidak bisa ditawar,” tegas Imron.

Dengan berbagai opsi yang tengah dibahas, masyarakat kini menunggu keputusan pemerintah daerah terkait nasib layanan kesehatan gratis tersebut. Banyak pihak berharap program UHC tetap dipertahankan karena dinilai sangat membantu warga dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya pengobatan. (Abdul Syukur)

Share :

Baca Juga

Indramayu

Petugas Gabungan Temukan Gunting Hingga Pecahan Kaca Saat Razia di Lapas Indramayu

Indramayu

Habibi Ariyanto: Wajah Baru Desa Singaraja, Memuliakan Guru Ngaji dan Madrasah untuk Masa Depan Gemilang

Indramayu

Atap Kelas SD di Indramayu Ambruk, Guru dan Murid Panik Berhamburan

Indramayu

Kop Eling Mas Ayu, Jurus Baru Indramayu Dekatkan Layanan Publik ke Rakyat

Indramayu

Tim Pemenangan Lucky-Syaefudin Laporkan Nina Agustina dan Tabroni ke Bawaslu Indramayu

Indramayu

Pelantikan Kepala Daerah 6 Januari 2025, Bupati Nina : Pasti Akan Digugat

Indramayu

Murid SD di Indramayu Meninggal Dunia, Dugaan Bullying Jadi Sorotan

Indramayu

Izin Liburan ke Jepang, Sekda Indramayu: Surat Bupati Lucky Sudah Diajukan