Home / Indramayu

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:47 WIB

Dana Pusat Dipangkas Rp 240 Miliar, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Indramayu Tetap Lanjutkan Pembangunan

Bupati Indramayu Lucky Hakim memberi sambutan pada peluncuran Rice Milling Unit (RMU) Lumbung Agraria Nusantara (LANUSA) di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kamis (15/10/2025).

Bupati Indramayu Lucky Hakim memberi sambutan pada peluncuran Rice Milling Unit (RMU) Lumbung Agraria Nusantara (LANUSA) di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kamis (15/10/2025).

Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memastikan proyek pembangunan tidak akan berhenti meski dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat tahun 2026 dipotong sebesar Rp 240 miliar.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang menilai pemangkasan itu menjadi tantangan sekaligus ujian dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah.

“Kita tetap beradaptasi, melakukan efisiensi, tapi proyek prioritas seperti infrastruktur tetap jalan. Tidak boleh berhenti hanya karena anggaran dipangkas,” tegas Lucky.

Lucky menjelaskan, langkah efisiensi akan diterapkan di berbagai pos, mulai dari pengalihan anggaran kegiatan seremonial, rapat, hingga renovasi kantor kecamatan yang akan ditunda pada 2026. Bahkan, anggaran Rp 5 miliar untuk rumah dinas bupati dipangkas total oleh dirinya.

Baca juga  Pemuda di Indramayu Diciduk Polisi karena Sabu, Barang Bukti Disimpan di Bawah Kasur

Pembangunan Infrastruktur Jadi Fokus

Menurut Lucky, meskipun sejumlah kegiatan lain dianggap penting, namun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

“Beberapa daerah mungkin memilih berhenti membangun, tapi untuk Indramayu tidak boleh begitu. Infrastruktur ini kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, Pemkab juga akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski diakui hasilnya belum akan signifikan pada 2026.
Sumber baru seperti kawasan industri yang sedang dibangun diharapkan mulai memberi dampak besar pada 2027.

Baca juga  Polres Indramayu Diminta Respek terhadap Aduan Para Petani Tebu Mitra PG Jatitujuh

“Kawasan industri itu nanti jadi tambang PAD kita. Sekarang memang belum, tapi arah ke sana sudah jelas,” tambah Lucky.

Optimalisasi Lahan Tidur dan Kerja Sama Swasta

Selain efisiensi, Pemkab Indramayu juga menyiapkan langkah pemanfaatan lahan tidur melalui kerja sama dengan sektor swasta untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Yang penting fokus dulu ke masyarakat, terutama pembangunan dasar seperti jalan dan irigasi,” ujarnya.

Belajar dari Efisiensi Provinsi

Lucky mengaku terinspirasi dengan langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang juga menerapkan strategi efisiensi agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

Baca juga  Tak Punya Kaki Usai Kecelakaan, Pria di Indramayu Ini Mendadak Didatangi Polisi Bawa Ranjang dan Sembako!

“Kalau provinsi bisa berhemat tanpa menghentikan pembangunan, kita juga harus bisa. Efisiensi jangan sampai mengorbankan rakyat,” ucap Lucky.

Meski demikian, ia menegaskan efisiensi tidak akan dilakukan secara ekstrem. Anggaran makan dan minum tamu daerah tetap dipertahankan, namun dilakukan penyesuaian agar tidak terjadi pemborosan.

“Tidak mungkin tamu kementerian atau alim ulama datang ke pendopo tanpa kita sambut dengan baik. Tapi kita akan selektif, mana anggaran yang benar-benar bisa dihemat,” pungkasnya. (Mashadi)

 

Share :

Baca Juga

Sorotan

BP3MI Jabar Pastikan Gaji PMI Indramayu Dibayar, Namun Kondisi Nurlaela yang Alami Depresi Belum Direspons

Indramayu

Pemkab Indramayu Janji Perbaiki Ruas Jalan Tegalurung-Balongan

Indramayu

Disdik Indramayu : Diduga Memalsukan & Mark-up Data Peserta Didik, Siapa Jadi Tersangka?

Indramayu

Lucky Hakim-Syaefudin Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu 2024

Indramayu

Bupati Indramayu Nina Agustina Bantah Isu Konflik dengan Lucky Hakim: “Saya Tidak Mau Punya Musuh”

Indramayu

Pilwu Singaraja Sukses dan Kondusif: Panitia Apresiasi Semua Pihak

Indramayu

Banjir Tak Kunjung Tuntas, PKB Indramayu Turun Langsung Salurkan Bantuan

Indramayu

Dirut CV Karya Abadi Sejahtera Buka Suara Soal Dugaan Komisaris Gelapkan Dana Rp1,5 Miliar