Home / Hukum / Sorotan / Terpopuler

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:11 WIB

Skema “Proyek Keluarga” Terbongkar! KPK Ungkap Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan, Dana Kontrak Tembus Rp46 Miliar

Kolase : Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dan Eks Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. ditetapkan tersangka dugaan korupsi proyek pemerintah

Kolase : Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dan Eks Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. ditetapkan tersangka dugaan korupsi proyek pemerintah

Suaradermayu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan skema korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Dalam perkara ini, kepala daerah tersebut diduga memanfaatkan kewenangannya untuk mengarahkan sejumlah proyek pemerintah daerah kepada perusahaan yang terhubung dengan keluarganya.

Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Sehari kemudian, lembaga antirasuah itu menetapkan Fadia sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan dugaan praktik korupsi tersebut diduga sudah berlangsung sejak Fadia menjabat sebagai Bupati Pekalongan pada periode pertama, yakni 2021–2024.

Baca juga  Kuwu Singajaya Sebut 18 Feb Perangkat Desa Sudah Bekerja, BPD Klaim 21 Feb Baru Seleksi, LBH Ghazanfar: Keblinger

Menurut hasil penyelidikan, pada tahun 2022 keluarga Fadia mendirikan sebuah perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB). Perusahaan tersebut disebut dikelola oleh orang-orang yang memiliki kedekatan dengan keluarga kepala daerah.

Anak Fadia, Muhammad Sabiq Ashraff, disebut menjabat sebagai direktur perusahaan, sementara suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu, tercatat sebagai komisaris. Dalam perkembangan selanjutnya, posisi direktur perusahaan itu kemudian diisi oleh orang kepercayaan keluarga.

KPK menduga perusahaan tersebut aktif mengikuti berbagai proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Bahkan, sejumlah pejabat daerah diduga diarahkan untuk memenangkan perusahaan tersebut dalam proses pengadaan.

Baca juga  Viral! Ibu-Ibu Teriak Histeris Didekat Mobil MBG di Krangkeng Indramayu, Ini Fakta Sebenarnya

“Secara kasat mata, perusahaan ini terlihat tidak memiliki hubungan langsung dengan kepala daerah. Namun di balik itu terdapat keterkaitan melalui orang-orang kepercayaan,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Dalam penyelidikan yang dilakukan KPK, PT RNB disebut mendominasi proyek jasa outsourcing di berbagai instansi daerah. Pada tahun 2025 saja, perusahaan tersebut mengerjakan proyek di sedikitnya 17 perangkat daerah, tiga rumah sakit daerah, serta satu kecamatan di Pekalongan.

Baca juga  Tak Peka! Toilet Ketua DPRD Indramayu Seharga Rp 51 Juta

Data yang dihimpun penyidik menunjukkan bahwa sepanjang 2023 hingga 2026, perusahaan itu menerima aliran dana kontrak dari proyek pemerintah daerah dengan nilai mencapai sekitar Rp46 miliar.

KPK menduga keuntungan dari proyek-proyek tersebut pada akhirnya kembali mengalir ke lingkar keluarga kepala daerah.

Kasus ini menjadi sorotan karena diduga melibatkan pola penyalahgunaan kekuasaan yang sistematis: mendirikan perusahaan, memenangkan proyek pemerintah, lalu keuntungan kembali ke pihak yang memiliki pengaruh dalam pemerintahan.

Saat ini KPK masih terus mendalami aliran dana serta peran pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru seiring perkembangan proses penyidikan. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Ruas Jalan Desa Dibeton, Warga Singajaya Ucapkan Terima Kasih Pada Anggota DPRD Jabar Hilal Hilmawan

Hukum

Kejati Jabar Mandul dan Impoten Tangani Pembobolan Rp139 Miliar BPR Karya Remaja Indramayu

Terpopuler

Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Diusut KPK, Ada Indikasi Permainan di Kemenag?

Indramayu

Nasib Ririn! Hadir dan Tidaknya Ahli Digital Forensik di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Kemenangan Telak Toni RM & LBH Petanan

Sorotan

LBH Ghazanfar: RSUD Indramayu Bermain-main dengan Nyawa Pasien Miskin BPJS PBI

Terpopuler

Pelukan, Doa, dan Air Mata: Momen Mengharukan Pelepasan Santri BAZNAS Indramayu

Indramayu

Ririn Bantah BAP & Ngaku Disiksa Penyidik, Ruslandi Tak Terima Langsung Emosi di Ruang Sidang

Indramayu

Babak Baru Bupati Indramayu Vs Carkaya Naik Penyidikan