Home / Indramayu

Selasa, 29 Juli 2025 - 08:09 WIB

Bupati Lucky Hakim Turun ke Muara Tegalagung, Nelayan Karangampel Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk meninjau langsung proses pengerukan muara sungai TPI Tegalagung, Desa Benda, Senin (28/7/2025)

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk meninjau langsung proses pengerukan muara sungai TPI Tegalagung, Desa Benda, Senin (28/7/2025)

Suaradermayu.com – Terik matahari di pesisir Karangampel tak menghalangi langkah Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk meninjau langsung proses pengerukan muara sungai TPI Tegalagung, Desa Benda, Senin (28/7/2025). Deru mesin kapal keruk berpadu dengan aktivitas nelayan yang tengah bersiap melaut, menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya.

Normalisasi muara ini sudah lama dinantikan para nelayan. Selama bertahun-tahun, pendangkalan menjadi masalah klasik yang membuat kapal-kapal sulit keluar masuk, terutama saat air surut. Tak jarang, hasil tangkapan rusak karena terlambat dibongkar akibat kapal kandas.

Pemerintah Respon Cepat Aspirasi Nelayan

Dalam kunjungannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa pengerukan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Indramayu dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca juga  Lucky Hakim Resmi Pimpin NasDem Indramayu, Saan Mustopa: Kang Lucky Mempunyai Kemampuan Manajerial yang Baik

“Alhamdulillah, pengerukan muara Tegalagung akhirnya berjalan. Pemerintah hadir untuk mendengar keluhan nelayan. Dengan muara yang bersih, aktivitas bongkar muat akan lancar, dan nelayan bisa melaut tanpa hambatan,” ungkap Lucky di hadapan awak media.

Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya soal proyek besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup di sektor perikanan.

Dikeruk Bertahap, Targetkan Semua Muara di Indramayu

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Indramayu, Edi Umaedi, menjelaskan bahwa pengerukan di Tegalagung ini adalah tahap kedua setelah muara Karangsong. Selanjutnya, pengerukan akan dilanjutkan ke muara Dadap dan Limbangan.

Baca juga  Viral! Kritik Sampah di Facebook Berujung Surat Pernyataan Bermaterai di Karangampel Indramayu

“Saat ini pekerjaan sudah masuk hari keempat. Kita hanya memiliki satu kapal keruk, padahal idealnya tiga unit untuk mencover wilayah timur, tengah, dan barat. Dengan kondisi ini, pengerjaan dilakukan bergilir di 14 muara yang ada,” jelasnya.

Nelayan: Akhirnya Bisa Melaut Tanpa Cemas

Bagi para nelayan, pengerukan ini membawa harapan besar. Wahyudi (47), salah satu nelayan Tegalagung, mengaku sangat terbantu.

Baca juga  Bupati Lucky Hakim : Optimalkan Operasi Ketupat Lodaya 2025 untuk Kelancaran Mudik di Indramayu

“Sudah lama muara dangkal, sering kapal nyangkut. Kadang ikan jadi rusak karena terlambat sampai TPI. Sekarang sudah dikeruk, alhamdulillah kami lebih tenang,” ujarnya sambil tersenyum lega.

Ia berharap, normalisasi seperti ini bisa dilakukan secara berkala agar muara tetap terjaga dan tidak kembali dangkal dalam waktu singkat.

Dampak Langsung untuk Ekonomi Pesisir

Dengan langkah ini, Pemkab Indramayu berharap roda ekonomi pesisir semakin berputar. Lancarnya jalur keluar masuk kapal berarti peningkatan hasil tangkapan, harga jual ikan terjaga, dan kesejahteraan nelayan semakin baik.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Angin Kencang Hancurkan Rumah Warga Srengseng, BAZNAS, PWI, dan SMSI Indramayu Kompak Salurkan Bantuan

Terpopuler

Korban Berjatuhan di Jalan Ir H Juanda Indramayu, Warga Tanami Pohon Palem, Pemkab Bisa Digugat

Indramayu

Jejak Berulang Kuwu Warsidi Diduga Menyelewengkan Dana Desa Wanantara

Indramayu

Kasus Bejat Gegerkan Indramayu, 2 Guru Cabuli 22 Siswa, DPRD Minta Pelaku Diburu

Indramayu

Perubahan Perda PBB di Indramayu Dinilai Tidak Naik, Ini Penjelasan Lengkap Bapenda

Indramayu

Rumah Pasutri Lansia di Indramayu Ludes Terbakar, Diduga Akibat Api dari Dapur

Indramayu

PKSPD Tantang Kejati Jabar Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu

Edukasi

H. Saprudin Ditunjuk sebagai Penasihat Hukum Tersangka Curanmor Asal Indramayu di Magelang