Suaradermayu.com – Pembangunan Kawasan Industri di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, yang digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi daerah, kini memunculkan persoalan serius. Warga menuntut agar perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memberikan kesempatan kerja lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
Harapan yang Belum Menjadi Kenyataan
Sejak awal, kehadiran kawasan industri Losarang ini membawa angin segar bagi masyarakat. Banyak warga berharap proyek ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses pekerjaan yang layak bagi pemuda Losarang. Sayangnya, ekspektasi itu belum sepenuhnya terwujud.
Baca Juga : 100 Ribu Tenaga Kerja Lokal Bakal bekerja di Kawasan Industri Losarang Indramayu
Melalui sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), masyarakat menyuarakan tuntutan agar 70 persen kuota tenaga kerja diisi oleh penduduk lokal. Mereka menilai langkah ini penting demi memastikan proyek industri benar-benar membawa dampak positif bagi warga sekitar.
Audiensi di Kantor Kecamatan Losarang
Menyikapi aspirasi tersebut, Camat Losarang Boy Billy Prima menggelar audiensi pada Jumat (1/8/2025) di Aula Kantor Kecamatan Losarang. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu, Kapolsek Losarang, Koramil Losarang, tokoh masyarakat, OKP, hingga perwakilan perusahaan seperti PT WIP dan PT FPJ.
“Sesuai aspirasi yang kami terima dari warga, audiensi ini digelar untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ketenagakerjaan di kawasan industri,” ujar Boy Billy.
Ia menekankan pentingnya dialog antara warga dan perusahaan untuk mencapai kesepahaman.
Baca Juga : Diduga Gelapkan Dana BUMDES, Eks Kuwu Losarang Dilaporkan ke Polisi
“Kami berharap pihak perusahaan memahami kebutuhan masyarakat, sementara warga juga mengerti kondisi perusahaan yang masih dalam tahap pembangunan,” tambahnya.
Solusi dari Disnaker: Program Jabar Siap Kerja
Dalam forum tersebut, Kepala Disnaker Indramayu Endang Ismiyati, menawarkan pemanfaatan program Jabar Siap Kerja sebagai jembatan antara kebutuhan perusahaan dan harapan masyarakat.
“Melalui program ini, calon tenaga kerja lokal dapat memperoleh pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Dengan begitu, rekrutmen berjalan lebih kondusif dan menguntungkan semua pihak,” jelas Endang.
Baca Juga : Bupati Lucky Hakim Gandeng Kapolres dan Kapolda Demi Amankan Investasi di Indramayu
Ia menegaskan, pelatihan ini akan memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan di kawasan industri.
Mencari Jalan Tengah
Permasalahan tenaga kerja di Kawasan Industri Losarang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Audiensi yang digelar bukan sekadar forum diskusi, tetapi langkah awal menuju kesepakatan bersama. Dengan dukungan program pemerintah dan komitmen perusahaan, diharapkan pemuda Losarang dapat benar-benar menjadi bagian dari pembangunan industri di wilayahnya sendiri.

























