Home / Terpopuler

Jumat, 24 Oktober 2025 - 03:26 WIB

Harga Pupuk Urea dan NPK Turun 20 Persen, Petani Sambut Gembira Kebijakan Prabowo

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, umumkan harga pupuk subsidi turun 20 persen di Jakarta, Rabu (22/10/2025)

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, umumkan harga pupuk subsidi turun 20 persen di Jakarta, Rabu (22/10/2025)

Suaradermayu.com – Kabar menggembirakan datang bagi para petani di seluruh Indonesia. Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, efektif mulai Rabu (23/10/2025). Kebijakan ini menjadi langkah bersejarah dalam tata kelola sektor pangan nasional di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa kebijakan penurunan harga pupuk ini merupakan terobosan besar setelah puluhan tahun harga pupuk selalu naik dari waktu ke waktu.

“Ini berita gembira bagi seluruh petani Indonesia. Harga pupuk turun 20 persen dan berlaku mulai hari ini. Sepanjang sejarah baru kali ini harga pupuk bisa turun,” ujar Amran Sulaiman.

Baca juga  Siap-siap! Yang Naikkan Harga Pupuk Subsidi, Cabut Izinnya

Rincian Penurunan Harga Pupuk

Kebijakan ini berlaku untuk dua jenis utama pupuk bersubsidi, yakni Urea dan NPK, dengan rincian sebagai berikut:

Pupuk Urea:
Harga sebelumnya Rp2.250/kg → turun menjadi Rp1.800/kg
Per sak 50 kg kini hanya Rp90.000, dari sebelumnya Rp112.500

Pupuk NPK:
Harga sebelumnya Rp2.300/kg → turun menjadi Rp1.840/kg
Per sak 50 kg kini Rp92.000, dari sebelumnya Rp115.000

Penurunan ini berlaku secara nasional dan efektif mulai hari ini di seluruh daerah.

Baca juga  Siap-siap! Yang Naikkan Harga Pupuk Subsidi, Cabut Izinnya

Dampak Positif bagi Petani

Penurunan harga pupuk ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan biaya produksi, serta mendorong kenaikan produktivitas pertanian nasional.

“Karena yang pasti NTP naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani meningkat. Tahun-tahun ke depan produksi pertanian kita akan melonjak,” tutur Amran.

Efisiensi Tanpa Tambahan Anggaran

Mentan menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah beban APBN, melainkan hasil dari efisiensi dan pembenahan tata kelola pupuk nasional.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pihak mana pun untuk menaikkan harga di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga  Siap-siap! Yang Naikkan Harga Pupuk Subsidi, Cabut Izinnya

“Bila Anda menaikkan harga, pada hari itu juga izinnya kami cabut. Tidak ada ruang lagi untuk mempermainkan petani Indonesia,” tegas Amran.

Distributor dan pengecer yang terbukti melanggar ketentuan akan dicabut izinnya dan diproses secara hukum. Pemerintah memastikan pengawasan akan dilakukan secara ketat di seluruh wilayah.

Kebijakan Berpihak pada Petani

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, pemerintah berharap produksi pertanian nasional meningkat signifikan, menjadikan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. (Moh.Ali)

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Dua Mahasiswa Polindra Masuk Grand Pinal Lomba Nok-Nang Dermayu 2024

Terpopuler

Viral! Warga Gelandang Oknum Guru di Indramayu ke Kantor Polisi

Indramayu

LBH Ghazanfar: Pernyataan Ketua BPD Singajaya Khotibul Umam Sesat dan Menyesatkan

Edukasi

Deretan Kasus Hukum Nikita Mirzani, dari Penganiayaan hingga Dugaan Pemerasan

Terpopuler

Masyarakat Jangan Mau Ditilang Manual, Jika Polisi Tidak Miliki Ini

Edukasi

Kecam Pemerkosaan Anak SD, LPAI Indramayu Minta Pelaku Diganjar Hukuman Berat

Hukum

Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diadukan ke Propam, Ancaman Pilwu Diduga Disepelekan hingga Berujung Penyerangan

Daerah

KDM Sebut Khotibul Umam dan BJB Ketipu Ririn, LBH Ghazanfar: Tanpa Mereka Dapen Aman Yani Tak Akan Bobol