Suaradermayu.com – Gadis asal Blok Bong, Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Sopyah Supriatin (22), mengubah penampilannya agar bisa bekerja sebagai buruh bangunan.
Supriatin memotong pendek rambutnya agar seperti laki-laki untuk bekerja yang biasa dikerjakan laki-laki. Ibunya telah meninggal dunia beberapa bulan lalu, sedangkan sang ayah merantau ke luar kota untuk bekerja sebagai buruh serabutan.
Supriatin tinggal bersama dengan adik semata wayangnya, Samsul Ramdan (15) di rumah sederhana yang dibangun tanah pemerintah.
“Sudah setahun tinggal berdua disini,” ujar Supriatin, Rabu (22/5/2024).
Dia mengatakan memilih bekerja sebagai buruh bangunan karena enggan membebani orang lain dengan kondisi mereka alami. Selama tinggal berdua kadang ada tetangga memberi mereka makanan.
“Kadang bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah Rp 120 ribu per hari.” katanya.
Ia mengaku tak masalah bekerja buruh bangunan yang biasa dilakukan laki-laki. Meski pekerjaan tersebut tidak datang setiap hari.
“Ini saya lagi tidak kerja-kerja,” ujarnya.
Supriatin menceritakan dia bersama adiknya sempat tidak makan selama tiga hari karena tidak mempunyai uang. Dia tetap berupaya mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan mereka.
“Jadi apa saja yang dikerjakan. Sekarang lumayan lagi anter-anter jadi ojek. Buruh bangunan sekarang lagi sepi,” katanya.
Supriatin mempunyai harapan, jika mempunyai modal dia akan membuka tempat usaha cuci motor. Alasannya sederhana agar ada pemasukan setiap harinya. Supriatin mengaku selama ini uang yang didapatnya hanya cukup untuk makan.

























