Home / Terpopuler

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:16 WIB

Dedi Mulyadi Realokasikan Anggaran Rp5 Triliun: Fokus Bangun Kelas Baru dan Listrik untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung KPK Jakarta, Senin (20/5/2025)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung KPK Jakarta, Senin (20/5/2025)

Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan resmi ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 19 Mei 2025. Kunjungan tersebut dalam rangka membahas efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran Pemprov Jabar, termasuk realokasi dana sebesar Rp5 triliun.

Dedi mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan reformasi anggaran demi mendukung kebutuhan nyata masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengalihan belanja rutin yang dinilai boros menjadi program yang berdampak langsung bagi rakyat.

Baca juga  Pemerintah Gagalkan Pengiriman Delapan Calon Pekerja Migran Ilegal

“Ada Rp5 triliun lebih realokasi anggaran. Ini adalah bentuk efisiensi dari belanja pemerintah yang selama ini dianggap kurang tepat sasaran,” ujar Dedi.

Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan realokasi ini. Dedi mengungkapkan, anggaran sebesar Rp700 miliar yang sebelumnya dialokasikan untuk belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diubah menjadi pembangunan ruang kelas baru.

Baca juga  Delapan Desa di Indramayu Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Cimanuk

“Yang dibutuhkan sekolah hari ini bukan gadget, tapi ruang belajar yang layak. Maka kita ubah belanja TIK menjadi pembangunan ruang kelas baru,” tegasnya.

Tak hanya pendidikan, Dedi juga memotong anggaran perjalanan dinas dan berbagai kegiatan sosialisasi yang dinilai tidak esensial. Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Dari Rp700 miliar anggaran perjalanan dinas, kini dialihkan menjadi Rp2,4 triliun untuk perbaikan jalan di berbagai wilayah,” tambahnya.

Baca juga  Ultimatum Dedi Mulyadi ke Kepala Daerah: Abaikan Infrastruktur Desa, RAPBD Tidak Ditandatangani

Kebijakan pro-rakyat juga ditunjukkan dengan pengalihan dana sosialisasi menjadi program penyediaan listrik bagi masyarakat. Dedi mencatat, masih ada 240 ribu warga Jawa Barat yang belum mendapatkan akses listrik.

“Kami realokasikan Rp250 miliar dari anggaran sosialisasi menjadi program penerangan listrik bagi warga. Dari sebelumnya hanya Rp9 miliar, kita tingkatkan drastis,” pungkasnya.

Langkah berani Gubernur Dedi Mulyadi ini menuai perhatian publik karena dinilai membawa arah baru dalam penggunaan anggaran daerah yang lebih berpihak pada kebutuhan dasar rakyat.

Share :

Baca Juga

Daerah

Dedi Mulyadi Kaget, PMI Indramayu Depresi 5 Tahun Tanpa Pengobatan Meski Sudah Dilaporkan ke BP3MI

Terpopuler

BAZNAS Bersama Forkopimda Indramayu Bagi-bagi Bantuan Rp 2,7 Miliar

Indramayu

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Rumah Kosong di Indramayu

Indramayu

LBH Ghazanfar Sebut CCTV “Sampah” Diputar Tanpa Labfor & Izin Resmi di Sidang Paoman

Edukasi

Kakek 62 Tahun Jadi Muncikari Prostitusi di Indramayu

Indramayu

Anak dan Mantan Istri Bongkar Jejak Aman Yani: Dari Kesaksian Tetangga, KTP, hingga Muncul Mobil Hitam Pajero

Edukasi

Tiga Orang Geng Motor Pembacok Polisi di Indramayu Ditetapkan Tersangka

Terpopuler

PDAM Indramayu Bentuk URC untuk Keluhan dan Pengaduan Pelanggan